Puluhan Ribu TPK Dilatih, BKKBN Provinsi Jawa Barat Hadiri Orientasi di Cisayong

Perwakilan dari BKKBN Provinsi Jawa Barat Dr. Drs. Wahidin, M.Kes, mengikuti sesi poto bersama usai menghadiri pembukaan orientasi TPK di Aula Kecamatan Cisayong. inovatif89.com // 0089

TASIKMALAYA – Dalam upaya menurunkan prevalensi atau tingkat penyebaran stunting, puluhan ribu Tim Pendamping Keluarga (TPK) diseluruh Kabupaten/Kota di Jawa Barat mengikuti orientasi di masing-masing wilayah Kecamatan.

“Hari ini kebetulan kami dari perwakilan BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) Jawa Barat itu dua Minggu, mulai dari Minggu kemarin yang Insyaalloh akan berakhir sampai hari Minggu tanggal 12 nanti, kita melatih sebanyak 37.184 Tim Pendamping Keluarga (TPK) dengan jumlah anggota sekitar 111 ribu/1 tim itu ada 3 orang,” ungkap dari perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat Dr. Drs. Wahidin, M.Kes, kepada awak media ditemui usai menghadiri pembukaan orientasi TPK di Aula Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat, Selasa (07/06/2022).

Wahidin mengatakan, hari ini kebetulan saya hadir di salah satu titik di Kecamatan Cisayong adalah untuk memastikan dan melihat secara langsung apakah pelaksanaan orientasi TPK itu bisa berjalan dengan baik, siapa pesertanya, pengertian substansi materi yang akan disampaikan oleh pengajar dan memastikan bahwa itu bisa disampaikan dengan baik.

“Seperti tadi yang kita lihat para Kader sudah membaca macam deklarasi, Insyaallah deklarasi itu bukan hanya sekedar di baca dan tentu nanti akan di implementasikan di lapangan karena tugas mereka intinya adalah pelaturan pendampingan terhadap seluruh keluarga yang beresiko stunting,” imbuhnya.

Mereka yang akan didampingi melalui dari hulu yakni paling tidak 3 bulan sebelum menikah, kemudian ketika hamil, dan melahirkan, bahkan 5 tahun pasca melahirkan. ujarnya.

Saya sangat berharap para Kader akan bekerja dengan semangat, karena kami sangat yakin Kader-kader ini adalah bukan Kader yang baru. Jadi sebenarnya sudah kita bimbing cukup lama mereka sangat militan, mereka adalah relawan yang bekerja tidak di gaji.

“Mereka punya semangat yang luar biasa, yang didaminginya juga justru adalah para tetangga dan saudara-saudara di sekitar rumahnya,” tambah perwakilan dari BKKBN Provinsi Jawa Barat ini.

lanjut Wahidin, Insyaallah mereka akan tetap semangat dan kalau itu bisa dilakukannya mulai dari level Desa, Kecamatan dan Kabupaten, Jawa Barat akan bebas stunting.

“Kita akan sampai pada suatu titik pada 2045 adalah generasi emas,” harapnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *