Wakil Walikota Buka Rakor Penanggulangan Bencana 2020, BPBD Kota Tasikmalaya

Inovatif89.com — Wakil Walikota Tasikmalaya, Drs. H. M. YUsup menghadiri sekaligus membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Bencana 2020 Bandan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya, bertempat di Aula BPBD Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, Selasa (11/02/2020).

Photo: BPBD Kota Tasikmalaya. || Diskominfo/Fauzi

Rakor Penanggulangan Bencana tersebut mengusung tema “Sinergitas Dalam Penanggulangan Bencana”. Turut hadir unsur Forkopinda, Kepala OPD terkait yang tergabung dalam Tim Reaksi Cepat Unsur Pendidikan, Dunia Usaha dan Media Masa.

Bacaan Lainnya

Saat ini kita sedang berada dalam musim hujan tahun 2019 – 2020 dimana puncaknya, diperkirakan terjadi pada bulan Desember 2019, Februari dan Maret 2020. ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya, Ucu Anwar mengawali sambutanya.

“Untuk itu kita harus mengantisipasi hal–hal yang dimungkinkan terjadi pada musim hujan saat ini, termasuk penanganan daruratnya,” ujarnya.

Berdasarkan informasi dari BMKG dan Surat Kepala BNPB, terang Ucu, perihal pengurangan resiko bencana dan kesiapsiagaan menghadapi musim hujan 2019–2020, dan beberapa kejadian bencana seperti pergerakan tanah dan pohon tumbang yang terjadi di Kota Tasikmalaya.

“Pemerintah Kota Tasikmalaya telah mengambil langkah-langkah antisipatif dengan menetapkan status siaga darurat banjir dan longsor terhitung mulai tanggal 1 Desember 2019 sampai dengan 30 Mei 2020 melalui SK Walikota Tasikmalya Nomor : 360/Kep.958-BPBD/2019 tangal 29 November 2019,” paparnya.

Hal senada juga disampaikan Wakil Walikota Tasikmalaya, Drs. H. M. Yusuf menyampaikan, bahwa sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang penanggulangan bencana, bahwa penanggulangan bencana menjadi tanggung jawab bersama yaitu, Pemerintah, Masyarakat dan Dunia usaha.

“Antisipasi kita dalam menghadapi musim hujan, terutama banjir, tanah longsor. Itu harus ada kewaspadaan dari semua pihak, bukan hanya BPBD saja tapi juga partisipasi masyarakat termasuk TNI POLRI untuk bersama-sama mengantisipasi bencana. Sesuai instruksi Presiden, semua harus terlibat baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Unsur TNI / POLRI semua harus ikut bergabung dalam mitigasi bencana,” imbuhnya.

lanjut Yusuf, bahwa koordinasi antar dinas terkait merupakan hal yang sangat penting. Dengan koordinasi yang baik, diharapkan semua pihak dapat saling mendukung, selalu siap jika sewaktu-waktu dimintai bantuan dalam penanganan bencana yang terjadi.

“Saya berharap hasil rakor ini benar-benar dapat diimplementasikan oleh semua pihak. Koordinasi dapat berjalan dengan baik, sigap dalam mengantisipasi bencana,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Wakil Walikota beserta Unsur Forkopinda Kota Tasikmalaya melakukan peninjauan ke Ruang Pusdalops PB BPBD Kota Tasikmalaya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *