Longsor di Desa Santanamekar, Diduga Satu Orang Tertimbun dan Ratusan Warga dari Dua Desa Terisolir

Inovatif89.com — Bencana longsor yang terjadi di Kampung Palasari, Desa Santanamekar, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, Jum’at (28/02/2020) pagi, mengakibatkan akses jalan terputus.

Puluhan warga Kp. Palasari Tonggoh wilayah Desa Santanamekar dan Indrajaya yang terisolir berkumpul di pertigaan akses jalan yang terputus

Matrial longsor dari tebing sepanjang 400 meter dan lebar 40 meter tersebut menutup jembatan sungai Cimanggu, merupakan jalan penghubung Kampung Palasari dengan Palasari Tongga wilayah Desa Santanamekar dan Desa Indrajaya Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya. ungkap Suhendar salah satu Kepala Wilayah (Kawil) Desa Santanamekar melalu pesan WhatsApp kepada Inovatif89.com.

Bacaan Lainnya

“Diduga ada korban jiwa, warga Desa Indrajaya namun belum ada informasi lebih lanjut,” ujar Subendar.

Kepala Desa Santanamekar Ade Saepudin didampingi Kepala Wilayah, Suhendar sedang berada di lokasi bencana longsor. | Fauzi

Sementara itu, Kepala Desa Santanamekar Ade Saepudin di temui dilokasi kepada Inovatif89.com mengatakan, bencana longsor terjadi sekitar pukul 05.30 Wib saat warga hendak mulai beraktivitas dan diduga salah seorang tokoh Kp. Palasari Tonggoh Desa Indrajaya (Ustadz Didi) hilang tertimpa matrial longsor padasaat menyusuri selokan untuk mencari air karena mau membajak sawah.

“Bukan hanya itu, pengendara sepeda motor yang melintas pun nyaris menjadi korban namun Alhamdulillah korban masih bisa menyelamatkan diri, meskipun motornya tertimbun matrial longsor,” paparnya.

Menurut Ade, sekitar 250 jiwa dari 88 KK di 3 RT dari Desa Santanamekar dan Desa Indrajaya terisoril, 3 ke RT an tersebut 2 RT masuk kewilayah Desa Santanamekar dan 1 RT masuk kewilayah Desa Indrajaya.

“Saat ini petugas bersama warga masih fokus terhadap rencana pencarian salah seorang warga yang hilang dan menghibau kepada warga sekitar harus selalu berhati-hati, mengingat curah hujan tinggi sehingga dikhawatirkan terjadi longsor susulan,” tegasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *