Inovatif89.com — Setelah sholat Subuh (Ustad Didi) langsung aktivitas mau membajak sawah, kebetulan kerbau nya itu kalau hari Jum’at libur dan membajak sawahnya pun hanya sedikit, berangkat dari rumah sikitar pukul 06.00 Wib sampai kelokasi (Sawah) airnya kering langsung dicari. ungkap Nur (Keponakan dari Ustadz Didi yang diduga tertimbun tanah longsor di Kp. Palasari Desa Santanamekar, Kecamatan Cisayong pada Jum’at 28 Febuari 2020) ditemui di rumah Ustad Didi Kampung Palasari Tonggoh RT 11/02 Desa Indrajaya, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, Sabtu (29/02/2020).

Sambung Nur yang didampingi istri dan 3 anak Ustad Didi mengatakan, bahkan Pak Kuwu Santanamekar (Ade Sepudin), Pak Mantan Sekdes Santanamekar (Iyus) padasaat itu bertemu dan bertanya kepada ustadz Didi, mau kemana? Bade milari cai, bade ngagaru. Naha da Jum’at? Da saalit iyeuh, mung eta wungkul da aya anu lowong mundingna.
“Nya anjeuna (Ustadz Didi) milari cai, bahkan bayak warga yang bepapasan dan bertanya padasaat itu, karena memang betul saat itu sungainya kering. Setelah itu, sampai ketengah-tengah ya kejadian (terjadi longsor),” terangnya.
Menurut Nur, setelah ditanya oleh Kepala Desa Santanamekar (Ade Saepudin) di warung tersebut, sekitar 5 menit kemudian terjadi lah bencana longsor dan mau bagaimana lagi, karena kejadianya sudah begituh.
“Nah dari situ simpang siurnya, apakah tertimpa atau tidak sama tanah longsor? Terus masyarakat itu mencari kesana kemari, bahwa Ajengan tidak ada. Setelah begituh, pihak keluarga menunggu sampai tiba waktunya ibadah Solat Jum’at karena takut ke sawah yang ada ditempat lain, ternyata tidak ada, ya sudah 100 persen (Bahwa Ustad Didi tertimbun matrial longsor),” imbuhnya dengan nada sedih.
Ditambahkan Nur, setiap malam Jum’at (Ustadz Didi) melaksanakan kegiatan pengajian rutin Yasinan, setelah ba’da shalat Subuh langsung beraktivitas terlihat biasa-biasa saja tidak terlihat tanda apa-apa.
“Padasaat terjadi bencana, Pemerintah Desa dan Kecamatan sigap langsung kelokasi kalau kesini (Kerumah keluarga Ustadz Didi) kemarin belum ada karena terkendala akses jalan dan bahkan masyarakat juga dijaga karena ditakutkan ada longsor susulan.
“Alhamdulilah bahkan sudah siangnya, dari Basarnas, TNI, Polri sudah pada datang ke lokasi bencana longsor,” ujarnya.
lanjut Nur, Kepala Desa dan Camat dari 2 Kecamatan, Alhamdulillah datang dan kemarin padasaat akses jalan tertutup pun ada perwakilanya yang datang kesini.
“Pihak keluarga berharap, jasad korban segera ditemukan,” pungkasnya.
Selang beberapa menit, Inovatif89.com keluar dari rumah Ustadz Didi datang rombongan Camat Sukaratu beserta Kepala Desa Indrajaya.





