Hasil Labolatorium, Tiga Sudah Diserahkan dan Satu Warga Kota Tasikmalaya Dinyatakan Positif Terinfeksi Virus Corona

Pewarta : Fauzi

Inovatif89.com — Saya mewakili tim Gugus tugas Covid-19 Kota Tasikmalaya ingin menyampaikan kepada seluruh masyarakat Kota Tasikmalaya melalui teman-teman media, terkait dengan perkembangan virus Corona (Covid-19) yang sudah menjadi wabah dunia termasuk Kota Tasikmalaya kita tercinta.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut disampaikan Walikota Tasikmalaya, Drs. H. Budi Budiman dalam Konferensi Pers perkembangan Covid-19 di Kota Tasikmalaya, bertempat di Bale Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, Rabu (25/03/2020).

Menurut Walikota, kami perlu menyampaikan perkembangan daripada status, baik yang namanya OPD, PDP, bahwa perkembangan hari ini tepatnya di Jam 10.00 Wib.

“Orang dalam pemantauan (ODP) ada 116 orang dan sudah dinyatakan sehat sebayak 18 orang, sehingga kita punya sisa 98 masih dalam pemantauan. Ini tidak dirawat (di Rumah sakit) namun di rumahnya masing-masing, tapi dipantau oleh petugas-petugas kesehatan setiap hari perkembanganya,” imbuh Budi.

Sambung Budi, kemudian Pasien dalam pengawasan (PDP) ditetapkan sebayak 10 orang tetapi yang 4 orang, 1 orang sudah dinyatakan selesai dan yang 3 orang juga sudah bisa dinyatakan, Insyaalloh bisa pulang dan akan tetap dipantau, sehingga kita ada pasien dalam pengawasan itu ada 6 orang di 4 Rumah sakit di RSUD dan Ketiga Rumah sakit swasta yang ada di Kota Tasikmalaya.

“Perlu kami informasikan hari ini, adalah di Kota Tasikmalaya yang tidak kita harapkan sebetulnya ternyata hasil labolatorium yang dari RS Hasan Sadikin Bandung dari 5 sempling yang kita serahkan, 3 sudah diserahkan ke Kota Tasikmalaya dari 3 ini, 2 nengatif dan 1 dinyatakan positif. Jadi Kota Tasikmalaya hari ini ada lah keprihatinan kita semua, tapi tetap selalu berusaha dan berdo’a, mudah-mudahan kita semua diberikan kesehatan,” ujarnya.

Ditambahkan Budi, jadi sudah ada 1 yang dikatakan positif Covid-19, 2 Negatif dan 2 lagi masih menunggu daripada hasil labolatorium kesehatan yang dirujuk, yaitu di Bandung.

“Itu yang perlu kami sampaikan juga setelah kita positif dari tim Gugus tugas dalam hal ini pelaksanaan harian, Kedis kesehatan dari hasil positif kewajiban kita mentreking dari pada yang kontakrat sudah terdata 71 orang dan kotrakrat yang sedang kami treking, sedang dalam pemantauan,” paparnya.

Setelah adanya warga kota Tasikmalaya yang dinyatakan positif, terang Budi, sesuai dengan keputusan Menteri Kesehatan nomor 01 tahun 2020 tentang penentapan Corona sebagai virus penyakit yang dapat menimbulkan wabah dan upaya penanggulangannya, maka kami sudah sepakat Kepala daerah dengan Muspida dan tim Gugus tugas sudah menetapkan Tasikmalaya dalam KLB (Kejadian Luar Biasa) sehingga setelah luar biasa sebentar lagi sudah menjadi tanggap darurat.

“Artinya harapan kami kepada seluruh masyarakat Kota Tasikmalaya benar-benar mengikuti dan melaksanakan himbauan-himbauan kami, Pemerintah, baik dari pusat dan daerah termasuk surat edaran. Terimakasih kepada semua pihak yang sudah mensosialisasikan kepada masyarakat, sampai ke peloksok-peloksok tapi yang paling utama adalah kesadaran masyarakat,” tegasnya.

lanjut Budi, kita khawatir jangan sampai kemampuan daripada medis kota Tasikmalaya itu tidak mampu untuk melayani karena bayaknya yang harus di layani.

“Salah satu strategi yang paling epektif adalah menjaga jarak diantara masyarakat kita, kalau kita berbicara distancing menjaga jarak ini penting kita lakaukan, hindari kemurmuan-kerumaunan jaga jarak terus ini yang paling efektif bagaimana kita memotong rantai penyebaran virus Corona,” tuturnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *