Walikota Tasikmalaya: Bukan Lock Down, Angkutan Bermuatan Sembako Tetap Bisa Masuk

PEWARTA : FAUZI

Inovatif89.com — Sebagai salah satu upaya untuk mencegah penyebaran COVID-19 Pemerintah Kota Tasikmalaya akan membatasi mobilitas penduduk yang akan masuk dan keluar wilayah Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat.

Bacaan Lainnya

Selama satu bulan penuh akan melarang beroprasinya angkutan-angkutan umum, baik darat, udara, termasuk PJKA (Perusahaan Jawatan Kereta Api) yang datang masuk ke Kota Tasikmalaya dari daera-daerah yang terjangkit.

Pemerintah Kota Tasikmalaya juga akan membangun posko-posko di perbatasan untuk memeriksa kendaraan pribadi, maupun kendaraan-kendaraan barang yang masuk ke Kota Tasikmalaya akan dicek, di posko akan kita siapkan pengecekan apakah kesehatannya baik, kalau kurang baik untuk segera dikonfirmasikan kepada pelayanan kesehatan yang ada di Kota Tasikmalaya.

Tim gugus tugas bermusyawarah bermusyawarah dengan pimpinan daerah dan Muspida Kota Tasikmalaya, kita harus mengambil sikap dalam rangka mencegah penyebaran Virus Corona di Kota Tasikmalaya.

“Karena ini tidak ada jalan lain bagaimana ingin kita menyelamatkan warga Kota Tasikmalaya, salah satunya meminimalisir, mengurangi orang yang datang dan masuk ke Kota Tasikmalaya, khususnya dari wilayah-wilayah yang terjangkit atau wilayah-wilayah zona merah dengan virus corona,” ungkap Walikota Tasikmalaya Drs. H. Budi Budiman, Sabtu (28/03/2020).

Untuk itu, terang Budi, kami akan melaksanakan Karantina Wilayah atau Pembatasan Wilayah yang masuk Kota Tasikmalaya dari seluruh perbatasan Kota Tasikmalaya mulai tanggal 31 Maret 2020 selama 1 bulan penuh dengan akan melarang beroprasinya angkutan-angkutan umum, baik darat, udara, termasuk PJKA (Perusahaan Jawatan Kereta Api) yang datang masuk ke Kota Tasikmalaya dari daera-daerah yang terjangkit.

“Membangun posko-posko diperbatasan untuk memeriksa kendaraan-kendaraan pribadi, kendaran-kendaraan barang yang masuk ke Kota Tasikmalaya. Khususnya kendaraan pribadi akan di cek di Posko yang akan kita siapakan dengan pengecekan, apakah kesehatanya baik? Kalau kurang baik segara dikonfirmasikan kepada pelayanan kesehatan yang ada di Kota Tasikmalaya,” ujarnya.

Perlu kami sampaikan untuk angkutan barang termasuk sembako yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat jangan khawatir itu bisa masuk ke Kota Tasikmalaya.

“Bagi warga kota Tasikmalaya atau yang punya tugas di luar Kota Tasikmalaya berdinas, atau kantor harus membawa surat tugas dari masing-masing intansi atau kantor-kantor yang mempekerjaakanya,” sambung Budi.

Menurut Budi, ini kami lakukan demi keselamatan seluruh warga kota Tasikmalaya. Harapan kami kepada masyarakat, setelah melaui surat edaran yang kami keluarkan, himbauan, termasuk maklumat dari Kapolri itu tidak main-main.

“Saya harapkan masyarakat tidak menganggap sepele, begituh luar biasanya penyebaran virus Corona, lalu juga keterbatasan kami Pemerintahan Kota Tasikmalaya, Keterbatasan dalam rangka pelayanan medis,” imbunya.

Kita sudah mendata, dikatakan Budi, berapa jumlah rumah sakit yang mampu menyiapkan ruang isolasi itu sangat terbatas sekali, berapa dokter, berapa perawat, para penunjang medis. Belum yang lainya ini sangat terbatas sekali, salah satu diantaranya APD (alat penindung diri) yang sangat sulit di cari, tetapi kita selalu berupaya.

“Salah satu upayanya, adalah harapan kami kepada seluruh masyarakat mematuhii surat edaran di Kota yang sudah Kami keluarkan, himauan-himabuan dari Pemerintah baik Pusat maupun Provinsi termasuk juga Maklumat dari Kapolri.

Upaya pencegahan diantaranya: Pola hidup bersih dan sehat, menjaga jarak diantara kita, membersihkan lingkungan, termasuk juga cuci tangan dan yang lebih utama adalah Lebih Baik Dirumah Saja, kalau tidak pentng lebih baik dirumah saja, ini akan lebih efektif bagaimana kita bisa meminimalisir daripada penyebaran Virus Corona yang masuk menjadi wabah kita semuanya. Untuk itu kami berharap kepada seluruh masyarakat bisa bekerjasama,” paparnya.

Ditambahkan Budi, mengucapkan terimakasih kepada seluruh jajaran TNI, Polri, teman-teman Muspida, para Medis, para perawat, yang terdepan termasuk pejuang medis.

“Kita do’akan mereka mudah-mudahan selalu sehat dan yang paling utama kalau kita mendukung mereka para Garda Terdepan, Para Pejuang, Dokternya, Perawatnya, Petugas medis lainya. Mari kita sama-sama mematuhi seluruh peraturan-peraturan yang ada, sehingga ini menjadi sebuah kebersamaan yang sangat baik dalam rangka keselamatan Kota Tasikmalaya yang kita Cintai,” tuturnya.

lanjut Budi, perlu kami sampaikan bukan Look Down, kalau look down mengunci semuanya tetapi ini namanya Karantina Wilayah atau Pembatasan Wilayah untuk meminimalisir orang masuk ke Kota Tasikmalaya.

“Memeriksan orang masuk ke Kota Tasikmalaya, lalau juga memeriksa orang keluar kalau ada penting karena bgaimana pun inilah salah satu cara yang dianggap kita efektif dalam rangka mengurangi, meminimalisir penyebaran virus corona di Kota Tasikmalaya,” tandas Walikota Tasikmalaya.

Sumber : Diskominfo Kota Tasikmalaya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *