PEWARTA : FAUZI
Inovatif89.com — Hujan deras yang mengguyur pada hari Selasa 7 April 2020 sore menyebabkan terjadi empat (4) peristiwa longsor di 4 titik di Desa Santanamekar, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat.
Terjadi longsor di 3 titik lokasi yang berbeda, akibat 4 hari berturut-turut turun hunjan lebat di sertai angin kencang dan kondisi tanah labil di sekitar areal lokasi longsor. ungkap Babinsa Desa Santanamekar, Serda Saeful saat ditemui di kantor Desa Santanamekar, Rabu (08/04/2020) siang.
“Akibat terjadinya longsor tersebut tanah dan pohon terbawa air sehingga menutupi areal lahan pertanian sekitar 250 bata atau sekitar 3500 m3 di 3 titik lokasi yang berbeda dan matrial longsor menutup saluran air sepanjang 25 meter,” jelasnya.
Longsor tersebut terjadi, terang Saeful, adalah:
1. Di Kp. Leuwibodas Rt 01/02, ketinggian longsoran 10 meter, lebar 30 meter, ketebalan sekitar 3 meter, terdampak longsoranan lahan pertanian sekitar 150 bata atau 2100 m3 dan saluran air tertimbun material longsor sepanjang sekitar 25 meter.
2. Di Kp. Pendeysari Rt 04/01, ketinggian longsoran sekitar 20 meter, lebar 30 meter, ketebalan longsoran sekitar 2,5 meter, terdampak longsoran 70 Bata atau 980 m3 kebun dan lahan pertanian tertimbun material longsoran.
3. Bukit Kiara Buntutan di Kp. palasari Rt 01/02, ketinggian longsoran sekitar 25 meter, lebar 15 meter, ketebalan longsoran sekitar 1,5 meter, terdampak longsoran kebun dan lahan pertanian sekitar 1.700 m3 tertimbun material longsor.
“Babinsa bersama Pemerintahan Desa Santanamekar, RPB (Relawan Peduli Bencana) dan Masyarakat bergotongroyong membersihan material longsoran yang menutup saluran air. Saluran air sepanjang sekitar 25 meter yang tertutup matrial longsor, saat ini sudah selesai dan air sudah mengalir lagi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Santanamekar Ade Saepudin mengatakan, dikarenakan hujan terus menerus dari mulai jam 17.30 Wib sehingga menyebabkan 4 titik longsor di wilayah Desa Santanamekar yaitu, di Kp Palasari Rt 01/02, Kp. Cigaleuh, Kp Leuwibodas yang paling besar longsornya.
“Mudah-mudahan musibah ini jangan terulang lagi, dikarenakan saya selaku kepala desa sebagai manusia biasa sehingga menyababkan kaget dan masyarakat masih trauma, terutama yang berada di Kp. Palasari tadi malam sampai ada yang mengungsi,” tuturnya.
Menurut Ade, saya selaku Kepala desa munajat kepada Alloh SWT mudah-mudahan musibah ini jangan terulang lagi. Apalagi situasi sekarang dalam situasi pandemi Virus Corona, itu sangat berdampak sekali.
“Ekonomi masyarakat terganggu, jadi masyarakat saat ini sebagian lagi labil. Saya juga selaku Kepala Desa Santanamekar merasakan dampak Virus Corona dan dikagetkanya dengan terjadinya longsor di 4 titik dan ini mudah-mudah yang terakhir,” tegasnya.
Alhamdulillah di Desa Santanamekar ini dengan Mitra dan elemen-elemen masyarakat bersatu, sehingga begituh ada kejadian bencana langsung tanpa harus dikomando lagi semuanya bekerja keras. tambahnya.
lanjut Ade, menghibau kepada masyarakat tetap waspada apalagi di musim hujan saat ini yang berada dilokasi rawan longsor harus hati-hati.
“Alhamdulillah RT, RW, Perangkat desa selalu siap siaga apabila ada kejadian selalu terjun kelapangan,” pungkasnya.





