Kades Sirnagalih Keluhkan Layanan Gawat Darurat “Sigesit 119” Tidak Tanggap?

Inovatif89.com — Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya beberapa waktu lalu telah meluncurkan Layanan Gawat Darurat untuk masyarakat melalui program “Sigesit 119” sistem terpadu penanganan kondisi kedaruratan dalam bidang kesehatan yang dikelola oleh Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Kabupaten Tasikmalaya.

Kabupaten Tasikmalaya memiliki 39 Kecamatan dengan 40 Puskesmas dan dibagi 4 titik Pusat Pelayanan Keselamatan Terpadu (Public Safety Center) meliputi wilayah Singaparna, Ciawi, Cikatomas, dan Cipatujah. Tiap titik mecakup 10 wilayah Puskesmas dan terdapat ambulan di 4 titik tersebut. Pada setiap Puskesmas dibentuk tim layad rawat dan setiap puskesmas tersedia 1unit ambulan motor.

Bacaan Lainnya

Sigesit 119 berupa call center bebas pulsa untuk sementara gratis menggunakan Telkomsel dan berbayar untuk operator lainnya. Pasien hanya perlu memijit 119 kemudian utarakan keluhan dan tim Sigesit 119 mengolah keluhan serta segera ditindaklanjuti penanganannya.

Kapala Desa (Kades) Sirnagalih Mu’min Suhendar mengatakan, salah satu layanan sudah hadir untuk masyarakat Kabupaten Tasikmalaya adalah layanan Sigesit 119 dan layanan ini bisa di akses seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis.

“Tapi hal tersebut tidak untuk Desa Sirnagalih yang memang sudah beberapa kali mencoba menghubungi Sigesit 119 Tidak Tanggap, tidak sesuai dengan namanya,” keluh Ma’mu saat ditemui di kediamannya di wilayah Desa Sirnagalih, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, Kamis (16/04/2020).

Menurut Mu’min, waktu di Kabupaten ada rapat masalah penanganan Covid-19 tepatnya hari Senin tanggal 13 April April 2020, mengenai Sigesit 119, dan kebetulan malamnya sekitar Jam 7 malam ba’da Isya ada warga yang sakit, warga laporan ke Posko satgas dan langsung di respon oleh pihak Satgas di posko yang ada di desa.

“Petugas panik karna si pasien sampai muntah darah, dan petugas berinisiatif langsung menghubungi Sigesit 119, selama di hubungi melalui kontak Sigesit berkali-kali, tapi pihak Sigesit 119 Tidak Respon,” ujarnya.

Pihak satgas penasaran, terang Ma’mun, terus menghubungi berulang-ulang akhirnya nyambung. Tapi, pihak Sigesit memberikan tanggapan dan malah malah menyarankan untuk datang ke Puskesmas terdekat.

“Akhirnya Satgas gugus Covid membawa si pasien ke Puskesmas yang ada di wilayah Kecamatan Cilawu Kabupaten garut, karna Desa Sirnagalih merupakan perbatasan dengan Tasik – Garut kalau harus ke Puskesmas yang ada di Kecamatan Cigalontang itu jarak tempuhnya lebih jauh dan apalagi harus ke rumah sakit,” paparnya.

Pisien di rujuk ke Puskesmas Cilawu Garut, setelah pihak medis melakukan penanganan dan cek kesehatan, pihak puskesmas menyatakan bahwa pasien bukan sakit karena Virus Covid-19 tapi itu sakit riwayat pasien. tambahnya.

lanjut Ma’mun, berharap kepada Pemkab (Pemerintah Kabupaten) atau Dinas kesehatan supaya mempasilitasi tempat kesehatan yang memadai walawpun sudah ada Pustu cukup membantu, tapi saya berharap di maksimalkan agar supaya ketika darurat bisa cepat di tangani.

“Desa Sirnagalih itu jauh dari ibu kota Kabupaten yang berada di paling ujung dan jarak tempuh pun memakan waktu lama. Desa Sirnagalih kan Kabupaten Tasikmalaya bukan Kabupaten Garut, jadi tolong Pemerintah Kabupaten dalam masalah kesehatan atau dalam hal apapun supaya Desa sirnagalih tidak di anak tirikan,” tandasnya.

Pewarta : Yusrizal
Editor : Fauzi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *