Inovatif89.com — Hasil dari patroli mengecek posko cek poin di Kecamatan Tomo, Jatigede dan Jatinunggal sore tadi dan akhir pekan kemarin ke Kecamatan Tanjungkerta, Buahdua dan Conggeang, sebagian besar PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) sudah berjalan. Terutama warga yang memakai masker saat keluar rumah mencapai 80 persen. Pergerakan orang, barang dan transportasi tidak terlalu ramai.
Hal tersebut disampaikan Bupati Sumedang Dr. H. Dony Ahmad Munir, ST., MM, melalui akun media sosial facebooknya (Dony Ahmad Munir), Senin (27/04/2020).
Dikatakan Dony, saya melakukan patroli kewilayahan untuk mendisiplinkan warga , mengarahkan warga diam di rumah, memakai masker kalau di luar, membagikan masker, membubarkan kerumunan dan memantau aktivitas cek poin A.
“Namun ada catatan dan disampaikan ke para camat. Belum efektifnya cek poin A untuk memberhentikan dan memeriksa setiap kendaraan yang lewat untuk diperiksa. Aktivitas saat pandemi korona ini harus memenuhi protokol kesehatan,” ujar Bupati Sumedang.
Menurut Dony, pengendara motor harus memakai masker, sarung tangan, kalau berboncengan harus satu KK dan diperiksa KTP. Pengguna mobil, penumpangnya harus 50 persen dari kapasitas, kalau tidak mematuhi aturan harus putar balik.
“Ini untuk mencegah mata rantai penyebaran virus korona,” jelasnya.
lanjut Dony, petugas harus bertanya maksud dan tujuan ke luar rumah. Belanja sembako, kesehatan, ada 8 sektor yang dikecualikan, apakah ada surat dari atasan/perusahaannya.
“Kalau tidak memenuhi aturan, putar balik. Untuk orang Sumedang yang keluar daerah, cek apakah ada surat izin dari RT-nya, kalau tidak ada harus putar balik,” tegasnya.
Petugas di cek poin A harus aktif melakukan patroli kewilayahan karena masih banyak yang berkerumun dan harus dibubarkan. tambah Bupati Dony. [Fauzi]





