Pewarta : Fauzi
Inovatif89.com — Tertanggal dua (2) hari kemarin, kita melakukan pos jaga dibeberapa portal di perbatasan Cisayong. Itu di kawasan jalan baru (Jl. Cisinga – Ciawi Singaparna) dimana penjagaan di pos portal tersebut ini hanya sebatas melakukan pembatasan sosial yang kendaraan-kendaraan bermotor ketika dijelang maghrib, mulai dari jam 3 (Pukul 15.00 Wib) sampai jam 6 (Pukul 18.00 Wib) tidak terlalu bayak masuk dikawasan Cisayong.
“Pada waktu itu, saya secara pribadi dengan rekan-rekan, bersama Perangkat desa, RT, RW sedang menjaga. Tiba-tiba terlihat lah truk pasir yang akan melintas dan masuk ke kawasan Desa Cisayong, secara langsung, secara otomatis, secara replek. Saya kemudian membawa mik (mikropon) kemudian dan memberikan perhatian, warning bagi si truk sopir tersebut, dimana truk sopir tersebut mau masuk ke kawasan Cisayong,” ungkap Kepala Desa (Kades) Cisayong, Yudi Cahyudin, S.AP, ditemui di kantornya Desa Cisayong, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, Sabtu (02/05/2020) sore.
Dikatakan Yudi, saya berikan peringatan dengan nada keras tapi tidak, bermaksud kemudian menantang, tidak bermaksud memberikan propokasi, tidak bermaksud juga kemudian mengujar kebencian, tidak sama sekali, bahkan tidak bermaksud untuk menyudutkan sama sekali.
“Saya hanya mengingatkan, bahwa di Desa Cisayong dalam kurun waktu ditahun 2010 sampai tahun 2018 itu sudah terjadi kesepakatan-kesepakatan dengan semua unsur pihak, baik Truk pasir, Pengusaha pasir, Muspika yaitu, didalamnya ada Pak Camat, ada pihak Kormil, ada pihak Kapolsek, Dishub bahkan terakhir ditahun 2018, Pemerintah Kecamatan Cisayong, unsur Muspika Cisayong, dimana hadir Kami bahwa truk pasir boleh melintasi kawasan jalan Cisayong dengan syarat tonase nya dibatasi,” ujarnya.
Tiba-tiba dengan kejadian dua (2) hari yang lalu, terang Yudi, saya kemudian memberikan ultimatum terhadap truk sopir karena saking, wajar secara manusiawi bicara secara halus, secara baik-baik sudah dilakukan. Kebetulan sore itu pada situasi kondisi dilapangan, saya sedang lelah juga saya sedang, maklum lah bulan puasa ini orang kadang bersabar-sabar juga untuk menahan emosi tidak bisa terjadi ada batasnya akhirnya saya membludak.
“Jadi pesanya yang ingin disampaikan terhadap truk sopir, saya ingin menyampaikan bahwa jangan melintas ke jalan kawasan Desa Cisayong selama tonasenya melebihi, itu,” imbuhnya.
Tanggapan:
Bagi saya, hari ini didatangi paguyuban sopir truk diwilayah Priangan Timur, bagi kami adalah sangat dengan senang hati justru dialoh, diskusi, forum tanya jawab atau forum ngobrol duduk bareng, ini yang kami butuhkan dibanding menjadi viral diranah media sosial yang orang hanya membaca konten postingan tersebut hanya sepotong-sepotong.
Nah, makan saya secara pribadi bersyukur dan saya kemudian secara pribadi, betul-betul kemudian kooperatif dan akomodatif bagi siapa pun, bukan hanya sopir truk, bagi siapa pun orang yang mau berkonsultasi, berkomunikasi, berkoordinasi dengan Pemerintahan Desa Cisayong silahkan, kami terbuka 24 jam.
“Jadi tadi saya sampaikan permohonan maaf saya, apabila ada hal-hal terkait video yang kemarin viral di Medsos dengan nada keras saya. Saya permohonan maaf yang sebesar-besarnya, itu ke khilapan saya secara pribadi, wajar manusiawi kalau itu terjadi di warga desa bila menjadi Kepala desa seperti saya,” tambahnya.

lanjut Yudi, harapan kami Pemerintah Desa Cisayong, jujur saja melakukan itu atas dasar tidak sendirian masyarakat di desa kami juga sama kalau lebih jauhnya ternyata saklek (Tegas) ingin melakukan penolakan truk pasir tidak boleh melintas Cisayong tapi saya secara pribadi tidak seperti itu.
Saya berharap, bahwa harapannya kedepan kita duduk bareng, sama-sama, daripada seorang Kepala desa di suudzon nan, di fitnahan oleh masyarakat bahwa menganggap saya mendapat jatah, padahal saya tidak.
Saya berharap, ayo kita duduk bareng, kita selesaikan, kita cari titik temu, kita baca, kita buka undang-undang lalu lintas bagaimana kategori jalan yang harus dilintasi, bagaimana kategori jalan yang kemudian harus masuk berapa kapasitas tonase yang harus dilakukan ketika melintas dijalan tersebut.
Dengan duduk bareng, dengan ngobrol, dengan diskusi, saya yakin semua akan selesai dalam kontek hari ini kita tidak boleh mengujar kebencian, mempropokasi dalam kontek persoalan-persoalan apa pun.
Mudah-mudahan kita semua memahami dan bagi pengguna Medsos, bagi para Netizen berusaha menjadi pengguna Medsos dan Nitizen yang objektif, harus bisa membaca arul cerita kronologis dari postingan dari uploadan yang dilakukan oleh siapa pun biar pemahaman kita utuh, biar pemahaman kita kemudian menyeluruh.
“Jangan dulu bersuudzon, berfikir negatif thinking, lakukan proses tabayun, lakukan proses konfirmasi terhadap orang yang bersangkutan,” pungkasnya.





