Anggota DPRD Kab. Tasikmalaya Menilai Pemerintah RI Lemah Hadapi Investor Asal China

Pewarta : Fauzi.

Inovatif89.com — Pemerintah Republik Indonesia (RI) terlalu lemah ketika berhadapan dengan investor asing asal China.

Bacaan Lainnya

“Buktinya negara sumber VIRUS Corona ini tidak termasuk negara yg dilarang masuk Indonesia. Apa CHINA Sudah menguasai Indonesia? ungkap, Dadang Rachmat Al Faruq, S.Pd.I., MH, di akun media sosialnya.

Menurut anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya Fraksi Gerindra tersebut, Indonesia baru saja menerapkan status pembatasan transportasi berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020.

“Maka Pemerintah Indonesia seharusnya segera mengeluarkan larangan masuk pekerja asal China, kalau bener Pemerintah kini ingin fokus memutus mata rantai penyebaran virus corona (Covid-19) di Indonesia,” ujarnya.

Dikatakan Dadang, pelarangan ini memang akan berdampak pada beberapa proyek yang bekerjasama dengan China, dimana dalam proyek tersebut.

“Katanya, dibutuhkan TKA China 500 orang yang akan dipekerjakan di dua (2) perusahaan tambang nikel yang ada di Sultra yaitu, PT. Virtue Dragon Nickel Industry dan PT. Obsidian Stainless Steel,” paparnya.

Walapun demikian, terang Dadang, menurut pendapat orang bodoh seperti saya ini, jika Pemerintah Indonesia tetap memasukan TKA China ke Indonesia berarti melanggar Peraturan Pemerintah itu sendiri.

“Kedua, lebih mementingkan investasi daripada nyawa Rakyatnya sendiri. Bukankah warga indonesia dilarang bekerja dan usaha selama ada corona ? Tapi mengapa orang China bisa diizinin bekerja di negara kita?,” tegasnya.

Ketiga apakah tidak ada orang Indonesia yg mampu bekerja di PT. tersebut? Mengapa harus banyak mempekerjakan orang China, padahal rakyat indonesia banyak yg tidak punya pekerjaan? Ada apakah ini? Wallohu’alam. tambahnya.

Selain itu, anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya Fraksi Gerindra Dadang Rachmat Al Faruq mengharapkan, Pemerintah menolak TKA China dan negara lainnya masuk ke Indonesia sebelum wabah covid-19 berlalu.

“Kedua, kejadian musibah wabah ini dijadikan pelajaran agar Pemerintah tidak terlalu banyak memasukan TKA karena rakyat Indonesia juga masih banyak yg membutuhkan tenaga kerja, kecuali tenaga skil yang tidak mampu dikerjakan oleh bangsa kita,” harapnya, saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, Senin (04/05/2020) pagi.

lanjutnya, ketiga Pemerintah jangan berlutut pada negara inves karena yang mau inves di Indonesia itu banyak, bukan hanya satu dua negara saja. tutur Dadang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *