Pewarta : Yusrizal.
Inovatif89.com — Posko Gugus tugas Covid-19 tingkat Kecamatan Sukaratu yang di tempatkan di area Kecamatan dan Desa-desa untuk pemantauan yang mudik, harus didata jangan sampai pemudik itu datang langsung ke Puskesmas tetapi datang ke Posko dan kami yang mendata di sini.
“Ternyata pemudik asal Kecamatan Sukaratu sudah mencapai 1.517 orang, jadi kalau fokus di satu posko kita jelas kelabakan,” ucapa Camat Sukaratu, H. Ria Supriana, S.Sos., M.Si, saat ditemui di rumah dinas Kecamatan Sukaratu, Kabupatan Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, Rabu (06/05/2020).
Dikatakan Ria, akhirnya kami membentuk RT Siaga, tim gugus tugas Covid-19 tingkat RT yang di maksud RT siaga itu untuk pendataan, siskamling, dan melaporkan segala kejadian yang ada ditingkat ke RT an nya masing-masing.
“Kembali ke anggaran, karna pencegahan Virus Corona ini bukan merupakan tanggungjawab orang perorang, dan intitusi kantor ini, kantor itu. Ini merupakan tanggung jawab kita bersama termasuk masyarakat itu sendiri,” ujarnya.
Menurutnya, khusus untuk sukaratu ini, Alhamdulillah kita bekerja sama baik dengan para pengusaha lokal yang ada di Kecamatan Sukaratu dan Alhamdulillah telah memberikan bantuan kepada kami, baik itu dukungan dalam bentuk materi ataupun material. Sehingga kami bisa membangun posko tersebut dan bisa menunjuk saat malam tidak kurang dari delapan petugas ataupun sepuluh termasuk, Koramil, Polsek/Muspika dan desa-desa untuk piket.
“Pungsinya adalah di haruskan untuk di adakan patroli dan apabila menemukan ada kerumunan-kerumanan masyarakat segera untuk di bubarkan dan sumbangan-sumbangan dari para pengusaha itu kami olah dan Alhamdulillah sampai kemaren bisa memberikan makan kepada para petugas yang piket,” imbuh Ria.
Dijelaskan Camat, diantara yang paling berkontribusi dalam sumbangan itu adalah pengusaha yang terkenal di wilayah Kecamatan Sukaratu yaitu, Haji Endang Juta dengan memberikan pada kami berupa dua ratus voucher dan satu vouchernya itu dengan nominal lima puluh ribu. Telah di berikan kepada kami dengan tujuan untuk mendukung operasional petugas yang ada di posko. Akan tetapi pengusaha yang lain juga ada, misalkan dari Aspal dan yang lain nya ikut peduli terhadap pencegahan Covid-19.
“Berharap kedepan mungkin dengan adanya yang peduli dan berkontribusi seperti ini, jangan sampai di saat-saat seperti ini,” tutur Ria.
Secara kebetulan Sukaratu tidak masuk ke PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), tetapi meskipun tidak masuk mempunyai tim pasukan di bawah yaitu, RT Siaga. Kami telah memberikan SK kepada RT Siaga tersebut, dan mudah-mudahan, saya berharap untuk operasional RT siaga ini melalui desa agar memberikan bentuk partisipasi sebagai kewajiban desa untuk membantu operasional RT siaga.
“Saya mengintruksikan kepada Desa-desa, harus mempunyai tempat rencana ruang isolasi dan kebetulan sekarang ini setiap desa sudah ada, seperti di sekolah, gedung Desa, dan lokasi Kecamatan,jadi apabila yang datang dari luar Sukaratu tidak isolasi mandiri di rumah akan tetapi di tampung di salah satu tempat.
Itu lah bagian dari RT siaga itu, Apabila di perlukan ada rumah-rumah kosong tempatkan di situ atau pun tempat yang layak untuk isolasi mandiri, silahkan masalah anggarannya nanti kita akan koordinasi dengan desa-desa yang ada di Kecamatan Sukaratu,” tambahnya.
lanjut Camat, mengenai gaji RT, RW, mau pun Kawil, itu sudah jelas perbulannya ada dari Pemerataan (Banprov). Jadi karna di dalamnya harus melibatkan tenaga medis, banyak PNS silahkan, tenaga medisnya pun jika ada di alokasinya itu harus di masukan dan jikalau ada PNS yang neko-neko untuk di masukan di tim ini akan di laporkan kepada kami!
“Tim medis di SMC singaparna ada keterbatasan tapi karna melaksanakan tugas, kita kebetulan Puskesmas Sukaratu sama Kecamatan berdekatan jadi masing-masing di lokasi yang sama dan dari petugas dari puskesmas ada dua, disini ada delapan tetapi kalau ada tamu atau apa, kita langsung komunikasi dan koordinasi sama Puskesmas atau Si gesit 119,” tegas Ria.





