“Jurnalis Peduli Covid-19” APG Kota Tasikmalaya Santuni Puluhan Anak Yatim

Pewarta : Fauzi.

Inovatif89.com — Jurnalis Peduli Covid-19, Aliansi Pewarta Giat (APG) Kota Tasikmalaya menyantuni sebayak 37 anak yatim piatu di yayasan Wadhi Barkah Kampung Lengo RT 02 RW 10 Kelurahan Bantarsari, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, Minggu (10/5/2020).

Bacaan Lainnya

memberikan santunan Gelar Kegiatan Santunan Anak Yatim Piatu Sebanyak 37 orang. Anak Yatim Piatu ini binaan Yayasan Wadhi Barkah yang berada di Kp. Lengo Rt02/RW10 Kelurahan Bantarsari, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Minggu (10/5/2020).

Dalam sambutanya pengurus yayasan Wadhi Barkah, Ustadz Edi Ruhaedi menyampaikan, Jazakumullah khairan katsir atas kepedulian Aliansi Pewarta Giat Tasikmalaya yang sudah memberikan sebagian rezekinya kepada Anak Yatim Piatu binaan kami, apalagi ditengah Pandemi Covid-19 sekarang ini mereka butuh uluran tangan para agnia.

“Biasanya kami sering dikunjungi para agnia setiap bulan Ramadhan. Namun, dengan adanya Covid-19 jadi menurun, dan dari Jurnalis ini mengawali santunan di bulan Ramadhan yang bertepatan dengan Nuzulul Qur’an 17 Ramadhan,” ujarnya.

“Mudah-mudahan apa yang sudah diberikan dari agnia, bisa menjadi barokah dan pahala berlipat ganda,” tambah Ustadz Edi.

Sementara itu, penasehat APG Ayi Darajat mengatakan, kegiatan ini disokong oleh Kang H. Yanto Oce dan kami sepakat 11 Media untuk menyalurkan, karena kami Peduli.

“Kita dalam aksi sosial ini lebih ke membangun Solidaritas. Tentunya, bagaimana jarak fisik boleh di renggangkan, tetapi aksi sosial harus di rapatkan,” tuturnya.

Dalam mencegah Covid-19, terang Ayi, para jurnalis APG membagikan masker dan untuk membangun solidaritas ini hasil dari swadaya, serta tidak lupa kami ucapkan banyak terimakasih kepada para agnia, salah satunya adalah Kang H. Yanto Oce.

“Selain itu, kita juga memberikan santunan kepada puluhan di panti Jompo dan Anak Yatim dari Yayasan Wadhi Barkah Bantarsari ini,” imbuhnya.

lanjut Ayi, Jurnalis APG juga bukan berarti menyombongkon atau membawa sensasi. Tetapi, kami berusaha supaya untuk harapan masyarakat tetap terjaga dan siapa tau manfaatnya bisa diteruskan oleh pihak lain dengan hal serupa.

“Berharap adalah, harapan APG, harapan Tasikmalaya, dan harapan Indonesia, solidaritas ini harus terus di pertumbuhkan serta harus terus di bangun, apalagi dalam kondisi situasi Pandemi saat ini,” tegasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *