Pewarta : Yusrizal.
Inovatif89.com — Pemerintah Desa Sirnaraja melaksanakan kegiatan sosialisasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), betempat di Gedung olahraga Desa Sirnaraja, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, Jum’at (15/05/2020) siang.
Dalam kegiatan sosialisasi tersebut dihadiri Dinas Perhubungan Kabupaten Tasikmalaya, BPD, MUI, Bidan Desa, Perangkat Desa, RT, RW, Tokoh masyarakat se-wilayah desa.
Pejabat sementara Kepala Desa (Pjs Kades) Sirnaraja, Herman S.IP, ditemui usai pelaksanaan kegiatan sosialisasi mengatakan, bahwa terkait PSBB di daerah perdesaan sangat menerima apalagi itu intruksi dan himbauan dari Pemerintah harus sesuai protokoler kesehatan dalam pencegahan wabah Virus Covid-19.
“Alhamdulillah untuk warga Desa Sirnaraja sampai saat ini di himbau agar supaya disiplin, dan terutama yang datang dari kota segera lapor sebelum kerumah. Kemudian juga di sini sudah ada posko Satgas Covid-19 tingkat desa dan juga ada RT siaga nya juga di dampingi dari tim kesehatan yaitu Bidan desa, serta di pantau langsung oleh RT Siaga yang telah di bentuk dan di kukuhkan,” ungkapnya.
Dikatakan Herman, jadi dari tingkat bawah sampai tingkat atas bersinergi dan berkesinambungan untuk pencegahan Covid-19 yang ada di wilayah Desa Sirnaraja.
“Mengenai Bantuan sosial (Bansos) terdampak Covid-19 dari Provinsi untuk warga diterima, dan untuk yang tidak menerima, saya mohon jangan menjadi permasalahan,” ujarnya.
Menurutnya, kita pihak Pemerintah desa sudah mendata sesuai apa yang di inginkan oleh masyarakat dan di berikan ke Kemensos, tapi begitu muncul data yang mendapatkan bantuan tersebut tidak sesuai dengan apa yang sudah kita usahakan.
“Kepada Pemerintah Kabupaten apakah bisa untuk yang double di lempar kepada yang lain dengan berita acara? Berharap kepada Pemerintah agar supaya warga kami semua bisa menikmati dari hasil bantuan dari tingkat Provinsi atau Pusat dan Pemerintah Daerah Kabupaten itu sendiri,” tegas Pjs Kades.
lanjut Herman, kebetulan di desa kami masih banyak orang yang miskin dan jauh dari sejahtera dan belum pernah merasakan bantuan dari Pemerintah. Walaupun sekarang ada Bantuan Lansung Tunai (BLT) desa (Sumber dari APBN melalui program Dana Desa) sekitar 30%, tapi itu tidak terkaper semuanya, sehingga yang kami prioritaskan sekarang yang benar-benar layak untuk mendapatkan bantuan.
“Kami berharap di daerah, baik bantuan PKH atau sembako setiap tahunnya selalu ada penambahan kuota agar apa yang di inginkan masyarakat terkabulkan,” pungkasnya.
Editor : Fauzi Balla Dewa.






