Sejumlah Awak Media Pertanyakan Kinerja Camat Cisayong Tentang Pembinaan dan Pengawasan, Pencegahan Covid-19

Pewarta : Fauzi.

Inovatif89.com — Sebayak 6 orang awak media yang ada di wilayah Kecamatan Cisayong mempertanyakan kinerja Camat Cisayong tentang pembinaan dan pengawasan dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Corona Virus Disease atau Covid-19 ke Desa-desa di Wilayah Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat.

Bacaan Lainnya

(Semenjak beberapa bulan bertugas di Kecamatan Cisayong) pernah datang satu kali ke desa (Sebelum ada wabah Virus Corona), setelah itu datang dan melalui WA pun tidak ada dan untuk apa, kalau ada saya (bohong), karena tidak ada ngontek. ujar salah seorang Kepala desa yang tidak mau jati dirinya disebutkan, sambil memperlihatkan pesan-pesan di HP nya.

“Saya tidak mau saling menyalahkan, menyalahkan itu dan ini. Seharusnya rapat-rapat hari senin itu digilir tetap ada, kan malah suka/senang sama saya nya juga, kan sebelum Covid itu sudah berjalan enak rasanya kepala desa itu. Kepala desa, dan Sekdes, Minggu ke 1 Kepala desa, ke 2 Sekdes, ke 3 Kaur Pemerintahan, ke 4 Kaur Keuangan. Justu dengan adanya Covid ini kita sering,” tegasnya.

Sementara itu, Camat Cisayong Drs. Yayat Suryatna mengatakan, segara prosedural dalam penanggulangan Covid telah ada juklak juknis ditingkat Kabupaten ada Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19.

“Di tingkat Kecamatan sama ada penanggulangan Covid-19, Gugus Tugas satu (1) organisasi yang kedua (2) ada TGT Kecamatan (Tim Gerak Cepat Kecamatan) yang ke tiga (3) di Kecamatan ada TGT Khusus Puskesmas, tingkat Desa ada Gugus Tugas Desa yang kedua (2) di Desa ada TGT (Tim Gerak Cepat Desa) yang ketiga (3) di Desa itu ada namanya Relawan,” imbuh Yayat kepada beberapa awak media saat ditemui usai pelaksanaan pembinaan dan penyaluran bantuan oprasional RT Siaga Covid-19 di Aula Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, Jum’at (15/05/2020) Sore.

Saat kembali ditanya tentang pembinaan dan pengawasan melalui peninjauan langsung ke Desa-desa, Camat Yayat menyampaikan, bahwa ada prosedural dalam penanggulangan. Bahkan sekarang ini sebanarnya, kami melaksanakan pertemuan ini juga dalam keadaan secara terpaksa sebenarnya karena memang tidak bisa dihindari.

“Kami telah melaksanakan tugas khusus dibidang pencegahan, dan ada juga dibidang penanggulangan yaitu: Dibidang pencegahan melalui Medsos, ketika ada surat-surat dari Kabupaten kami selalu share dan share, punya group tingka desa, muspika, dan begini, dalam penanggulangan Covid itu tidak selamanya tatap muka, bahkan lebih dihindari sebenarnya tatap muka itu,” paparnya.

Dikatakan Yayat, presedural dalam penanggulangan pemantauan terhadap ODP, misal ketika sekarang ada orang yang dari Jakarta, zona merah lalau dia datang kesuatu perkampungan itu tidak dilaksanakan oleh Pukesmas atau Kecamatan menemui tatap muka dengan dia tidak itu, dalam prosedural itu dari yang ada di protokol TGT Desa adalah, TGT Desa melakukan pemantauan melalui media telepon, bisa ke yang bersangkutan dan apabila tidak ke bersangkutan kepada keluarga.

“Dalam penanggulangan Covid, tatap muka bertemu langsung itu sebenarnya harus dihindari,” ucapnya.

Awak media kembali mempertanyakan terkait pembinaan dan peninjauan langsung ke Desa-desa, serta mencontohkan beberapa Camat khususnya di wilayah Kabupaten Tasikmalaya sebelah Utara yang sering melalukan monitoring ke Desa-desa? Saya tidak berkewenangan mengevaluasi yang lain dan dalam monitoring itu, tidak dari Puskesmas atau Kecamatan datang ke tamu yang ada dari Jakarta, pemantauan di juknis itu melalui media telepon kalau dia punya telepon kalau tidak telepon kepada keluarganya. kelah Camat Yayat.

Karena dinilai awak media bahwa jawaban-jawaban Camat Cisayong belum sesuai dengan pertanyaan yang disampaikan dan ditakutkan kurang jelas pertanyaan yang disampaikan, kemudian kembali diperjelas pertanyaan tersebut dan Camat kembali menjawab, itu sudah bayak sekali dan justru desa bergerak melakukan pendataan termasuk segala, ini termasuk dari Kecamatan.

“Info-info itu melalui Kecamatan dan Kecamatan itu jangankan dengan desa, kalau ada hal-hal yang baru kami share di grup Kecamatan. Masing-masing orang punya grup tersendiri, kami punya grup tersendiri dengan Kepala desa, dan Muspika,” imbuhnya.

Camat Yayat menambahkan, yang disebutkan memantau tadi dan tatkala dulu ada disinfektan, saya memantau pertama ke Sukamukti.

“Mungkin tidak harus lapor ka Bapak (Saat memantau kelapangan/Desa-desa?” tegasnya sambil menatap ke salah salah seorang wartawan.

lanjut Yayat, yang namanya bekerja itu secara berjenjang. Ketika di RT, di Desa sudah ada tim TGC Desa (Tim Gerak Cepat Desa) dan ketika saya informasikan harus ada Gugus Tugas Penanggulangan di Tingkat Desa ke tingkat desa harus ada RT Siaga ya secara berjenjang, bukan dari Kecamatan, Kabupaten harus tuturubun.

“Kalau ada hamabatan kami gerak ngontrol, jangankan siang malam juga kami sempat jam 3 lebih, dulu karena memang tim koordinasi penanggulangan di desa menginginkan Kecamatan terjun waktu kejadia di Sukajadi kebelakang,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *