Inovatif89.com — Sebagai unsur Kewilayahan atau Punduh Kampung Tagog, saya ucapkan terimakasih kepada Pak Dewan yang telah melaksanakan Reses di Desa Buniasih.
“Saya merupakan Pemerintahan yang sangat dekat dan selalu bersentuhan dengan masyarakat, mau menyampaikan kepada Pak Dewan, bahwa saya sudah sekitar 9/10 tahun menjabat sebagai Punduh,” ungkap Kepala wilayah (Kawil) Kampung Tagog menyampaikan kepada anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Dadang Rachmat Al Faruq, S.Pd.I., MH, dalam pelaksanaan kegiatan reses yang bertempat di Gor Desa Buniasih, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, Minggu 17 Mei 2020 siang.
Sehingga saya melaksanakan tugas segala sesuatu, bahkan pengajuan-pengajuan masalah batuan mulai dari Jamkesmas, Bedah rumah, atau pun data miskin yang lainya dan pendataan Pemilu pun selalu hadir didalam itu. tambah Kawil.
Dikatakan Kawil, mengapa kebawah itu harus selalui siap mendata berbagai acara apa pun dan mendata dengan akurat, namun setelah kami dengan RT berjuang semaksimal mungkin dan akhirnya data tersebut kembali ke yang semula
“Contohnya yang sudah meninggal bertahun-tahun masih saja itu keluar, didalam Pemilihan maupun penerima bantuan,” keluhnya.
Menurut Kawil, sebenarnya kami bersama Pemdes itu sudah merasakan lelahnya mendata tapi ko datangnya itu, itu saja. Bagaimana saja yang diatas itu Pak Dewan?
“Berharap dukungan dari Pak Dewan untuk mendesak agar data tersebut benar-benar dilaksanakan dari atasnya juga, sehingga dalam waktunya data itu akurat,” tegasnya.
Selanjutnya, Kadipaten merupakan gerbang Kabupaten Tasikmalaya, namun saranan dan prasarana sangat minim, kami harapkan seperti Bank, atau pun segala sesuatu supaya hadir di Kecamatan Kadipaten sehingga mohon untuk di perjuangkan oleh Pak Dewan.
“Sehingga pencarian apa pun kita, selalu di Kecamatan Ciawi, “SEDIH” dan mudah-mudahan ini bisa di perjuangkan juga di utamakan,” harap Kawil Tagog.
Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya Dadang Rachmat Al Faruq mengatakan, pengjuan tersebut sedang diperjuangkan oleh DPRD dan seperti apa yang tadi saya sampaikan, bahwa saya selalu bersuara lantang (Keras). Bahkan pernah di cap sebagai Dewan arogan karena bicaranya begini, saya ngomongnya (Bicaranya) juga tidak bisa halus (Lembut).
“Tolong untuk apa RT, RW ditugaskan untuk mendata sementara yang mendapatkan bantuan itu saja, itu saja. Mendingan kalau itu datanya orang tersebut benar, sedangkan ini ada yang sudah meninggal dunia tapi mendapat bantuan. Insyaalloh oleh saya akan turus di suarakan dan do’akan, DPRD sudah meminta kepada Dinas terkait supaya mengentri data itu yang benar jangan memusingkan pihak desa karena yang menjandi bebannya itu desa,” tandasnya. [Fauzi]






