“Lalawuh Isuk-isuk Dina Lakon Pandemi Corona” Kades Sukamulya, Sebagai Pelayan Masyarakat Harus Kuat Dari Cibiran

Pewarta : Yusrizal.

Inovatif89.com — Pemerintah Desa (Pemdes) Sukamulya tak henti-hentinya bekerja dan tak kenal lelah, ini pasti semua (Pemdes) merasakan hal yang sama, serta kami sebagai pelayan masyarakat harus kuat dari segala cibiran masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Saya sebagai Kepala Desa (Kades) Sukamulya baru menjabat satu periode, dan apalagi sekarang mengalami pandemi seperti ini, sehingga menjadi cambuk untuk lebih memprioritaskan kepentingan masyarakat,” ungkap Kades Sukamulya Akos koswara saat ditemui di kantornya, Desa Sukamulya, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, Jum’at (29/05/2020).

Dikatakan Akos, kebetulan saat ini perangkat desa lagi menyusun Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Jaringan Pengaman Sosial (JPS) Bantuan Langsung Tunai (BLT) APBD Kabupaten Tasikmalaya. Kami menerima 314 KK dan Alhamdulillah dana bantuan tersebut sudah di berikan dan diterima langsung oleh penerima manfaat di seluruh wilayah Desa Sukamulya.

“Mereka betul-betul sangat bergembira atas kebaikan dan perhatian Pemerintah Kabupaten terhadap masyarakat, khususny­a Desa Sukamulya. Namun tidak berhenti sampai disitu, jajaran Pemdes mulai dari Perangkat desa, Kepala wilayah, Sekdes, dan juga RT, RW, dilibatkan untuk menyusun LPJ,” ujarnya.

Menurut Akos, dana bantuan itu harus sampai dan tepat sasaran kepada penerima manfaat betul-betul utuh, tidak ada potongan juga tidak ada sedikit pun niat untuk memotong, karena itu merupakan hak mereka yang harus mereka nikmati dan rasakan manfaatnya.

“Terkait penambahan data JPS Kabupaten Tasikmalaya, Alhamdulillah kami mengirimkan data ke pihak Dinas sosial (Dinsos) dan Dinsos juga yang memverifikasinya, ternyata ada beberapa penerima manfaat yang double, sudah menerima Bansos dari Kemensos, dan Bansos dari Gubernur. Makanya kami tarik kembali dan memberikan data yang belum menerima dengan catatan ada berita acara dan itu pun saran dari pihak Dinsos.

Total yang double dari tiga kapunduhan di wilayah Desa Sukamulya bagi penerima JPS Kabupaten Tasikmalaya di perkirakan mencapai sekitar 25 KK, dan itu langsung kami lakukan proses kembali melalui berita acara kepada yang belum menerima. Selain dari itu masyarakat di Desa Sukamulya juga menerima beberapa bantuan dari pos-pos yang lain yaitu, Bansos dari Kemensos sebesar 600 ribu/KK sebayak 131 KK, Kemensos 149, dan BLT Dana Desa sebayak 153 KK,” ungkapnya.

Beberapa KK yang belum tercover, terang Akos, kami tampung dan langsung mengintruksikan kepada Kepala wilayah untuk di data, nanti akan usulkan ke Dinsos atau bila perlu akan tambah dari anggaran Dana Desa (DD), kalau ada perintah dari atas.

“Mudah-mudahan bantuan tersebut setidaknya bisa membantu dan meringankan beban ekonomi masyarakat yang betul-betul dengan kebijakan Pemerintah dengan adanya pandemi wabah Virus Corona (Covid-19) dapat di rasakan oleh berbagai lapisan masyarakat, dari mulai masyarakat bawah, sampai menengah, ke atas,” imbuhnya.

Kami sangat berharap, bahwa pandemi Virus Corona (Covid-19) ini segera berakhir dan kembali ke kehidupan normal kembali, seperti biasa. Sangat merindukan bisa berkumpul bersama, sholat berjamaah, tanpa ada rasa cemas dan ketakutan.

“Selama pandemi ini berlangsung, semoga saja masyarakat Desa Sukamulya tidak ada yang korban/positive Covid-19, dan Pemerintah pun semakin lebih memperhatikan masyarakat yang ada di Kabupaten Tasikmalaya, khususnya Desa Sukamulya,” harapnya.

lanjut Akos, secara manusiawi, saya sebagai Kepala desa merasa kasihan sama mereka yang betul-betul bekerja atau katakan lah, profesional dan tidak melihat jam kerja yang menemani mereka adalah kata Lelah.

“Saya yakin, apabila kita melakukan kebaikan maka rasa lelahnya itu akan hilang, karena kebaikan akan kekal dan akan tetapi kalau kita bersenang-senang dalam dosa, maka kesenangan itu pun akan hilang serta dosa akan kekal,” tegasnya.

Kepala Desa Sukamulya Akos Koswara menambahkan, “Lalawuh Isuk-isuk Dina Lakon Pandemi Corona”

Karunya mah ka Pagawe desa, komo Kuwu mah, oge RT jeung RW, ti mimiti proses memeh pencairan BLT sababaraha kali robah proposal. Digawe beurang peuting, katambah tugas merhatikeun kaayaan warga desa, nepi kana waktuna cair memeh lebaran.

Kuwu jeung Bendahara kudu nungguan di BJB (Bank Jabar Banten), ngagembol duit keur bagikeuneun ka warga nu narimana.

Nepi ka Desa eta duit langsung di pisah-pisahkeun di amplopan, administrasi diberesan, trus dibagikeun ka warga. Paciweuh di desa teh, kabeh pagawe desa jeung kuwuna saribuk nguruskeun.

Beres dibagikeun teh teu cukup ku dibagikeun, diteruskeun nyiapkeun LPJ BLT DD plus LPJ BLT nu ti Pak Bupati, jaba nyanghareupan nu can kabagean pisan bantuan. Warga mah teu kudu laporan ka desa, dipake naon wae eta duit the, jongjon kari ngabalanjakeun keur kabutuhan.

Nepi ka ayeuna masih can beres, pagawe desa teu bisa reureuh. Sakapeung mah sok ambek nyedek tanaga midek, palebah desa disalahkeun, cenah teu tepat sasaran, teu adil, teu jujur, pilih kasih. pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *