Kunjungi Kampung KB Sukamulya: Kepala Perwakilan BKKBN Jabar, Stay at Home Jangan Sampai Hamil Dulu Saat Pandemi

Inovatif89.com – Kami melaksanakan pasifikasi dan pembinaan terhadap Kampung Keluarga Berencana dan Kampung Keluarga berkualitas. Kampung keluarga berkualitas ini merupakan satu unit kegiatan yang menjadi miniaturnya Program bangga kencana, karena besaran nasionalnya itu di mulai dari yang kecil ya miniatur ini.

“Ini sangat luar biasa kalau menurut saya, karena nampak betul bahwa ciri gotongroyong masyarakat itu akan menjadi modal dasar untuk membangun. Karena pembangunan itu adalah rekayasa–rekayasa yang di desain oleh masyarakat, didesain oleh pimpinan wilayahnya dan di desain oleh tokoh-tokoh masyarakat yang menjadi satu kreasi yang luar biasa membentuk tujuan visi dan misi pembangunan yang ingin di capai,” ungkap Kepala Perwakilan BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) Provinsi Jabar (Jawa Barat, Uung Kusmana usai acara kujungan di Kampung KB Kp. Sukamulya, Desa Cileuleus, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (09/07/2020) siang.

Bacaan Lainnya

Menurut Ayah — sapaan Uung Kusmana, salah satunya adalah melalui Kampung Keluarga berencana, kampung keluarga berkualitas miniatur ini akan menjadi besar semua miniatur akan menjadi satu kesatuan itu lah yang namanya pembangunan keluarga atau program bangga kencana.

“Ini salah satu yang luar biasa di mata saya, karena saya baru 2 melihat Kampung keluarga berencana di Jawa Barat dari sekian Kampung keluarga berencana dan kebetulan kemarin kita bekerjasama dengan Jabar bergerak mengirim wastafel tempat cuci tangan, disamping pembina acara rutin serta saya juga ingin melihat sampai pendistribusian barang itu dari Jabar bergerak,” ujaranya.

Saya kemarin baru mengunjungi Kampung keluarga di Subang, dan sekarang ke kampung keluarga di Tasik, selanjutnya akan mengunjungi kampung keluarga di Depok. Ini baru beberapa, karena saya baru di lantik menjadi Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Barat pada tanggal 4 februari 2020 yang lalu. tambahnya.

Saat disinggung terkait masalah pandemi Covid -19, Ayah menjelaskan, dengan adanya virus Corona ini harus kita jadikan sebagai satu tanda -tanda peringatan dari Alloh SWT, ini adalah musibah bukan sesuatu yang kita sikapi dengan saling tidak care. Karena di balik semua ini kan ada hal yang positif yakni, para keluarga berkumpul di rumah (stay at home), maka ayah bisa berperan melakukan pungsi-pungsi keluarganya sebagai ayah, ibu bisa berperan menjadi fungsi-fungsi keluarganya sebagai ibu atau sebagai istri.

“Sehingga ini ada hikmahnya di balik semua ini, jadi bukan sesuatu yang harus kita hindari dan kita takuti tetapi harus kita ambil hikmahnya, agar corona ini menjadi satu peringatan buat kita, bahwa kita harus kembali kepada pelukan keluarga karena keluarga adalah tempat bernaung yang sangat indah dan nyaman untuk kita,” imbuhnya.

lanjut Ayah, kesempatan stay at home ini harus di manfaatkan melaksanakan pungsi keluarga mulai dari pungsi agama sholat bareng, pungsi ekonomi berusaha bareng, pungsi pendidikan ayah dan ibu menjadi guru, dan pungsi produksi suami istri stay at home jangan sampai hamil dulu pada saat pandemi.

“Pungsi budaya dan cinta kasih harus saling silih asah, silih asuh, silih asih, silih wangikan dan terakhir pungsi lingkungan terhadap lingkungan berbagi gotongroyong atau tetangga yang kekurangan makanan kita suplay. Itu lah hikmah yang harus kita syukuri, tetapi walau demikian sekali lagi dalam rangka pungsi reproduksi jangan hamil dulu,” tegasnya. [Fauzi]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *