Inovatif89.com – Ketua BPD Tanjungsari, menyambut baik dengan dilaksanakannya kegiatan sosialisasi normalisasi Sungai Cikidang dan Citanduy.
“Memang persoalan banjir di daerah Desa Tanjungsari ini sudah menjadi langganan dan berpikir, bahwa kedepannya tentu bukan makin kecil tapi makin besar. Normalisasi sungai adalah untuk menyelamatkan aset dari masyarakat sendiri dan aset pemerintah serta menyelamatkan nyawa masyarakat,” ucap Suhanda Herman, A. S.Pd., M.Pd.I, kepada wartawan usai menghadiri sosialisasi normalisasi Sungai Cikidang – Citanduy yang bertempat di Gor Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, Kamis (17/07/2020).
Menurut Suhada, dampak banjir yang terjadi itu terutama bukan hanya mengalami kerugian harta atau secara matrial tapi yang paling penting adalah terancam gagal panen apabila memang terus berlanjut banjir.
“Hari ini adalah pertemuan kedua, porsinya pertemuan antara Pemerintah desa dengan masyarakat, dan sebelumnya telah dilaksanakan pertemuan pihak BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Citanduy bersama unsur Pemerintah dan tokoh masyarakat.
Pertemuan kedua adalah penyampaian atau desiminasi informasi dari BBWS kepada masyarakat, karena pihak BBWS hanya bisa bergerak dari dukungan masyarakat. Kita memberikan pengertian kepada masyarakat supaya, apa yang di kerjakan oleh BBWS itu mendapat dukungan dari masyarakat yang terdampak dan yang mempunyai tanah di sepanjang aliran sungai,” paparnya.
Rencananya sebelum, dikatakan Suhada, normalisasi yang akan dilakukan yang pertama adalah pengerukan dan informasi dari BBWS bahwa kegiatan itu adalah penanggulangan kedaruratan bencana. Jangka panjangnya normalisasi penuh yaitu, penyedotan tetapi itu terkendalakan karena ada dua wilayah administratif wilayah Kabupaten Tasikmalaya dengan Kabupaten Ciamis.
“Tentunya ada persoalan yaitu, pembebasan lahan. Sehubungan ini pekerjaan besar nantinya, maka pembebasan itu tahap berikutnya yang akan di kerjakan oleh kontraktor, sementara pekerjaan ini di fokuskan oleh BBWS yaitu, penanggulangan kedaruratan banjir yang intinya pengerukan sungai Citanduy,” ungkapnya.
Harapan saya kedepannya, bahwa hasil daripada kegiatan sosialisasi ini nantinya ditindak lanjuti dengan pengerukan oleh BBWS.
“Berharap banjir wilayah Desa Tanjungsari makin lama makin bisa di tanggulangi dan tidak ada dampak banjir lagi,” tambah Suhada.
Selain itu, Kepala Desa (Kades) Tanjungsari Amas mengatakan, kami sebagai Pemerintahan Desa Tanjungsari mengumpulkan masyarakat yang punya tanah di bantaran sungai Cikidang dan Citanduy, untuk memberikan sosialisasi dan pemahaman supaya dalam kegiatan nanti pihak BBWS tidak merasa terhalangi oleh masyarakat yang tidak mengizinkan.
“Alhamdulilah dalam sosialisasi itu masyarakat semua setuju dengan adanya normalisasi tentang sungai Citanduy. Kalau di dalam Pemerintahan, saya sebagai Kepala desa yang baru/pertama kalinya menjabat tapi Alhamdulillah tidak ada hambatan, semua masyarakat siap mendukung dengan adanya program ini,” ujarnya.
Sebelumnya, terang Amas, kami mengikuti pertemuan bersama Gubernur Jawa Barat yang bertempat di Gedung Sate dalam rangka sosialisasi normalisasi sungai Citanduy.
“Dari itulah meminta agar masyarakatnya harus kondusif dan memberikan lahan yang akan di gunakan untuk pembuangan tanah dalam pekerjaan normalisasi sungai Cikidang dan citanduy,” tuturnya.
Insyaalloh hasil dari pelaksanaan sosialisasi normalisasi tersebut masyarakat setuju tidak adanya ganti rugi, karena mungkin masyarakat sudah bosan dan sudah jenuh dengan adanya banjir, maka dengan ini masyarakat sangat menyadarinya. pungkas Amas.
Dalam kegiatan sosialisasi tersebut dihadiri BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Muspika Kecamatan Sukaresik, BPD Tanjungsari, Tokoh masyarakat, Tokoh agama dan masyarakat. (Fauzi)






