Inovatif89.com – Dalam rangka Milangkala yang ke 38 (1982-2020), Pemerintah Desa (Pemdes) Cibeureum Kulon bersama Perangkat Desa, Ketua MUI Ketua dan Anggota BPD, LPM, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Para Ketua RT/RW, Linmas, Pengurus Karaang Taruna, Kader PKK, dan yang lainnya, melaksanakan Ziarah Kubur di Situs Makam Mbah Beureum, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat, Selasa (04/08/2020).

Dalam sambutannya, Pjs Kepala Desa Cibeureum Kulon menyampaikan, bahwa dalam rangka menekan penyebaran Virus Corona (Covid-19) dan mempertahankan pasien positif di Kabupaten Sumedang yang sudah 0 (Nol), maka kegiatan Milangkala ini tidak digelar seperti biasanya.
“Hal ini sesuai dengan yang disampaikan Bupati Sumedang Dr. H. Dony Ahmad Munir, bahwa Covid-19 belum selesai,” ujar Suhena, S.Sos .
Berkaitan dengan namanya, terang Suhena, Desa Cibeureum diambil dari nama seorang leluhur yang bernama Mbah Beureum alias Mbah Raksabaya.
“Pemberian nama Cibeureum dikaitkan dengan perjalanan sejarah perjuangan Bangsa Indonesia melawan penjajah Belanda,” imbuhnya.
Ketika penjajah Belanda sampai ke wilayah Cimalaka, tentara Indonesia yang berada di wilayah ini tidak mau mundur, mereka melakukan perlawanan terhadap penjajah Belanda walaupun kalah dalam hal persenjataan, dengan dibantu oleh penduduk setempat mereka mempertahankan wilayah ini.
“Penjajah Belanda melakukan serangannya dari sekitar sungai yang berada di wilayah ini, hal ini dimaksudkan untuk memudahkan dalam menghanyutkan mayat yang gugur dalam peperangannya, sehingga dengan banyaknya yang gugur dan dihanyutkan di sungai ini, menyebabkan air sungai berubah warna menjadi warna merah,” tambahnya.
lanjut Suhena, dari peristiwa inilah kemudian kampung yang berada di sekitar tempat kejadian tersebut diberi nama Cibeureum yang artinya air berwarna merah. pungkasnya. (Fauzi)
Sumber : Diskominfosanditik Sumedang.





