INOVATIF89.COM , TASIKMALAYA — MUSRENBANGDes (Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa) mendorong partisipasi masyarakat desa dalam penyusunan rencana pembengunan.
Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris desa (Sekdes) Linggajati Asep supriatna dalam sambutannya pada pelaksanaan kegiatan MUSRENBANGDes yang bertempat di Gor Desa Linggajati Kecamatan Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat, Sabtu (22/01/2021).

Melalui kegiatan Musrenbang desa ini untuk mendorong partisipasi masyarakat desa dalam menyusun perencanaan pembangunan tahunan di tingkat desa.
“Sebelum pelaksanaan Musrenbang desa terlebih dahulu melaksanakan tahapan-tahapan yakni, Musyawarah tingkat RT, Musyawarah tingkat Kedusunan,” ujar Asep.
Pelaksanaan kegiatan Musrenbangdes kali ini, terang Asep, sekaligus penetapan RKPDes tahun 2021, dan Penyusunan Daftar Usulan Rencana Kerja Pemerintah Desa (DURKPDes) tahun anggaran 2022. Hasil yang sudah di tetapkan dari anggaran Dana Desa tahun 2021 yaitu, BLT (Bantuan Langsung Tunai) sebesar Rp. 300.000/bulan selama 12 bulan, Bidang kesehatan untuk pencegahan stunting.
“Pemberdayaan melalui BUMDes (Badan Usaha Milik Desa), Bidang pendidikan, Peningkatan kapasitas lembaga serta aparat pemerintahan desa, dan padat karya tunai desa untuk pembangunan infrastruktur di 6 (enam) titik lokasi,” paparnya.
Mudah-mudahan untuk pelaksanaan kegiatan di tahun 2021, 2022 tidak ada perubahan dan berjalan lancar, karena masih dalam kondisi pademi Covid 19.
“Hasil Musrenbangdes tahun 2021 bisa menghasilkan perencanaan pembangunan untuk mensejahterakan masyarakat khusunya Desa Linggajati,” harap Asep.
Camat Sukaratu H. Ria Supriana, S.Sos ., M.Si , terlambat datang menghadiri pelaksanaan MUSRENBANGDes tersebut.

H. Ria Supriana ditemui usai pelaksanaan kegiatan MUSRENBANGDes mengatakan, untuk (penjelasan) rencana- rencana (pembangunan) kebetulan tadi belum hadir, tapi ini yang 2021 saja setelah saya melihat rincian-rinciannya ternyata ada koreksi dan masukan dari saya, karena sudah sepakat bahwa di dalam Permendagri itu apapun yang terjadi karena belum teranggarkan di 2021.
“Jadi saya memberikan masukan tentang anggaran untuk dana kebencanaan dan Alhamdulillah, saya akan mengusulkan memplot dari bidang-bidang kegiatan, tapi kalau melihat Sapras juga sudah cukup besar nanti untuk padat karya barang kali,” ungkapnya.
Menurut Ria, berapa pun anggarananya bisa di alokasikan dengan untuk anggaran penanganan Bencana, kenapa saya usulkan? Kebencanaan ini sangat di perlukan, sangat di butuhkan karena bencana tidak bisa kita prediksi kapan datangnya sehingga kebencanaan ini apalagi sudah di tunjang dengan SK Kecamatan tentang relawan yang ada di wilayah Kecamatan Sukaratu.
“Kebetulan juga tadi di Desa Sukagalih sudah menyampaikan, bahwa dalam kegiatannya harus melibatkan relawan-relawan yang telah saya bentuk melalui SK Kecamatan,” tandasnya.
Mudah-mudahan Desa Linggajati bisa menganggarkan dari anggaran Dana Desa bisa mengalokasikan kegiatan untuk kebencanaan dan Insyaalloh akan di alokasikan.
“Harapan dari saya, mudah-mudahan Dana Desa ini walaupun KPM yang ada di Desa Linggajati ini 180 yang menerima BLT bersumber dari Dana Desa, tetapi apakah mutlak yang satu ini wajib ataukah bisa secara roling? nanti kita lihat regulasina!,” pungkas Ria. (Yusrizal).





