INOVATIF89.COM , TASIKMALAYA — Pemerintah Kecamatan Cisayong melaksanakan pembinaan dan evaluasi laporan pertanggungjawaban (LPJ) pelaksana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) tahun 2020, bertempat di Aula Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat, Selasa (26/01/2020).
Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut dibuka secara langsung oleh Camat Cisayong Drs. Yayat Suryatna di dampingi Kasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Ekonomi dan Pembangunan Tata Rusmana, SP, dengan narasumber Pendamping Desa (PD) Kecamatan Cisayong Taufiq Hidayat, S.TP, dan Pendamping Lokal Desa (PLD) Dian Hasanudin Budiana serta dihadiri para Ketua BUMDes dari 13 desa sewilayah Kecamatan Cisayong.

PD Kecamatan Cisayong Taufiq Hidayat dalam pemaparannya menyampaikan tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa 2021 Permendesa PDTT No 13/2020.
“Prioritas Penggunaan Dana Desa 2021: Pencapaian SDGs (Sustainable Development Goals) Desa 1. Pemulihan ekonomi nasional sesuai kewenangan Desa
1). Pembentukan, Pengembangan, revitalisasi BUMDes/BUMDesma (SDGs Desa 8) 2). Penyediaan listrik Desa (SDGs Desa 7) 3). Pengembangan usaha ekonomi produktif, utamanya yang dikelola BUMDes/BUMDesma (SDGs Desa 12)
2. Program prioritas nasional sesuai kewenang Desa 1). Pendataan Desa, pemetaan potensi, dan sumber daya, dan pengembangan teknologi informasi, dan komunikasi (SDGs Desa 17) 2). Pengembangan Desa wisata (SDGs Desa 8) 3). Penguatan ketahanan pangan dan pencegahan stunting di Desa (SDGs Desa 2) 4). Desa inklusif (SDGs Desa 5, 16, 18)
3. Adaptasi kebiasaan baru: Desa Aman Covid-19 (SDGs Desa 1 dan 3),” jelasnya.
Indikator prioritas penggunaan Dana Desa 2021 (1), terang Taufiq, Desa tanpa kemiskinan yaitu, 1. Tingkat kemiskinan desa mencapai 0%. 2. Persentase warga desa peserta SJSN bidang kesehatan dan ketenaga kerjaan mencapai 100%. 3. Keluarga miskin penerima bantuan sosial mencapai 100%. 4. Keluarga miskin mendapat layanan kesehatan, pendidikan, air bersih, dan hunian layah mencapai 100%. 5. Keluarga miskin korban bencana yang ditangani mencapai 100%.
“Desa tanpa kelaparan diantaranya, 1. Prevalensi kurang gizi, kurus, stunting, anemia turunan 0%. 2. Ptevalensi bayi mendapat ASI eklusif mencapai 100%. 3. Ada kawasan pertanian pangan berkelanjutan,” ujarnya.
Selain itu, Taufiq juga menjelaskan tentang indikator-indikator selanjutnya sesuai dengan Permendesa PDTT No 13/2020. (0089).





