Fase 1.000 Hari Kehidupan Sangat Penting

SUMEDANG – Inovatif89.com. Berbagai penelitian menyebutkan bahwa kemajuan suatu bangsa bukan terletak pada kuantitas Sumber Daya Manusia (SDM). Sebanyak apapun SDM suatu bangsa akan jadi sia-sia jika kualitas manusia rendah.

Jepang yang hanya memiliki jumlah penduduk sedikit dibandingkan dengan Indonesia dapat bersaing dengan negara-negara maju. Peningkatan kualitas SDM menjadi penting, lantaran itu merupakan investasi jangka panjang yang tidak bisa dipetik hasilnya dalam waktu yang pendek atau sekarang. Butuh waktu yang lama agar kualitas SDM suatu bangsa bisa terbukti sangat tinggi sehingga berguna dalam pembangunan suatu bangsa.

Bacaan Lainnya

Penduduk yang berkualitas menjadi modal pembangunan agar pembangunan bisa berjalan dengan lancar. Melimpahnya SDM memiliki dua sisi mata uang. Dia bisa menjadi modal pembangunan jika didukung oleh kualitas manusia yang memadai. Namun di sisi lain dia akan menjadi beban pembangunan jika kualitas SDMnya sangat rendah.

Agar manusia itu bisa menjadi modal pembangunan maka dibutuhkan pembangunan yang paling mendasar pada unit terkecil masyarakat yaitu keluarga. Keluarga ini menjadi pondasi awal agar kualitas SDM kita memadai. Pembangunan keluarga ini juga sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga. Dalam pasal 47 ayat 1 disebutkan bahwa Pemerintah dan pemerintah daerah menetapkan kebijakan pembangunan keluarga melalui pembinaan ketahanan dan kesejahteraan keluarga. Sementara di ayat kedua menyebutkan kebijakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dimaksudkan untuk mendukung keluarga agar dapat melaksanakan fungsi keluarga secara optimal.

Dalam workshop institute Nutrisi Nestle ke-74 pada tahun 2012 disebutkan bahwa kualitas SDM sangat dipengaruhi oleh gizi yang diterima dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), mulai dari janin mulai dikandung hingga anak berusia 2 tahun. Hal ini karena 1.000 HPK merupakan kesempatan istimewa untuk membangun dasar tumbuh kembang yang solid.

Oleh karena melihat betapa pentingnya pembangunan keluarga ini, maka harus diperhatikan perjalanan 1000 hari pertama ketika seseorang lahir ke dunia. Fase mulai dari janin hingga usia dua tahun menjadi fase yang penting dalam pembangunan keluarga. Fase tersebut memiliki dampak jangka pendek dan jangka panjang. Untuk jangka pendeknya, fase 1000 hari pertama berperan penting dalam pembentukan otak si bayi, pertumbuhan massa tubuh dan komposisi badan, serta pertumbuhan metabolisme tubuh seperti glukosa, protein, hormon, gen, dll.

Sementara untuk jangka panjangnya, fase 1.000 hari akan mempengaruhi pertumbuhan pola pikir (kognisi) yang pada akhirnya berpengaruh pada prestasi belajar. Selain itu, dampak jangka panjang fase ini akan mempengaruhi kekebalan dan kapasitas kerja dari sisi pertumbuhan massa tubuh dan komposisi badan. Sedangkan, dari sisi pertumbuhan metabolisme tubuh, fase 1.000 hari pertama secara jangka panjang akan berpengaruh pada munculnya penyakit kronis seperti diabetes, jantung, pembuluh darah.

[Pemkab Sumedang/Fauzi]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *