TASIKMALAYA — Kasi Perencanaan Bidang Perumahan pada Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan dan Pemukiman (PUTRPP) Kabupaten Tasikmalaya Adi Abdulah, sosialisasi hari ini di maksudkan untuk menginformasikan dan memastikan bahwa kegiatan Rutilahu di tahun 2021 akan segera di mulai.
“Harapannya mudah-mudahan di bulan April proses pencairan anggaran dari Provinsi ke Kabupaten Tasikmalaya melalui LPM bisa di cairakn, jadi kita punya target di tahun ini sebanyak 1.740 unit dari 50 desa,” ungkap Adi kepada Inovatif89.com saat ditemui usai pelaksanaan kegiatan sosialisasi bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Of Room Setda Kabupaten Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat, Rabu (17/03/2021).
Adi mengatakan, mudah-mudahan kondisifitas dalam artian hal proses penyiapan proposal, pelaksanaan sampai pelaporan bisa berjalan karena posisinya ada 2 (dua) hal yang harus kita tempuh yaitu, SPJ dan LPD.
“Himbaunya tadi kaitan dengan kesiapan swadaya dari masyarakat harus betul-betul di siapkan, jadi masyarakat punya waktu sekitar 1-2 bulan karena memang posisinya sudah rencanakan termin 1 itu keswadayaanya harus sudah siap,” ujarnya.
Anggaran perunitnya, terang Adi, Rp. 17.500.000 untuk Rutilahu Rp. 16.500.000 untuk bahan matrial, lalu Rp. 1.000.000 untuk BOP dan administrasi. BOP itu ada 2 yaitu, HOK untuk biaya tukang dan 300.000 untuk biaya administrasi LPM.
“Biaya administrasi LPM kenapa di bebankan di anggaran masing-masing CPM? Karna memang mereka sebetulnya penerima bantuan dan mereka memilih/menunjuk menentukan CPM itu berdasarkan kesepakatan warga dan desa. Rata rata perdesa sebanyak 30 unit dan ada juga yang di atas 30, 60 unit ada beberapa desa, mudah mudahan bermanfaat,” tuturnya.
Pembekalan hari ini, kita hanya menginformasikan bahwa kegiatan ini sejauh mana harus di tempuh dan sebetulnya temen-temen LPM sudah sosialisasi di lapangan, juga sudah ada verifikasi dan kita sudah menyusun proposal. Mudah-mudahan Minggu Minggu ini proposal nya selesai dan bisa dikirim ke Bandung.
“Kalau kualitas barang matrial tadi kita maksimalkan kompetensi daerah, kalau mislanya di daerah itu ada batu bata, kayu kita usahakan matrial daerah karena prisipnya kita pemberdayaan ekonomi jadi bukan hanya masyarakat yang mendapat bantaun tapi lingkungan juga secara perekonomiannya bisa muncul. Rumah sehat kecukupan ruangnya 1×9 artinya, itu dengan 3 orang dewasa atau 4 orang dewasa tapi di lingkungannya ada anak kecil mungkin bertumbuh itu bisa kita 4×9 = 36 jadi kalau misalnya baru bertumbuh rumah inti tumbuh itu tipe 24 ke atas,” imbuhnya.
lanjut Adi, berharap setelah sosialisi ini pelaksanaan kegiatan bisa berjalan dengan baik dan lancar tidak ada kendala karena Rutilahu ini memang penting untuk masyarakat bahwa ini mengakses masyarakat berpenghasilan rendah paling bawah.
“Total anggaran tadi dari keseluruhan di Provinsi sebanyak 31.500 unit dengan total anggaran berjumlah sekitar Rp. 551 Miliar kalau untuk kabupaten Tasikmalaya sebanyak 1740 unit jumlah anggaran sekitar 30 Miliar,” pungkas Kasi Perencanaan Bidang Perumahan. (Dj).





