TASIKMALAYA — Ratusan warga yang tergabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat Sukapancar melakukan unjuk rasa (Unras) di lapang sepak bola depan kantor Desa Sukapancar Kecamatan Sukaresik Kabupaten Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat, Sabtu (10/04/2021) siang.
Dalam aksinya warga datang dengan berjalan kaki, mengendarai sepeda motor, dan mobil bak terbuka tersebut dengan membawa berbagai spanduk juga poster bertulisan kekecewaan terhadap hasil Pemilihan kepala desa (Pilkades) serta menabur-naburkan uang kertas mainan “Tangkap Penyebar Uang – Uang Mudah Kami Cari Tapi Menjaga Kerukunan Warga Desa, Kami Setengah Mati – Jaga Generasi, Jangan Jadikan Politik Uang Sebagai Tradisi – Kami Forum Komunikasi Masyarakat Sukapancar Menolak Keras Adanya Pembagian Uang Terhadap Masyarakat Yang Bertujuan Untuk Pemenangan Pemilihan Salah Satu Calon Kepala Desa Di Sukapancar”.
Melalui pengeras suaranya, koordinator aksi menyamapaikan kepada panitia Pilkades bahwa kami meminta keadilan agar jalan kedepannya yang terbaik, meminta perjalanan ini segera secapatnya dan meminta mengungkap data-data itu, baik yang mengasih juga yang dikasih (pemberi dan penerima).
“Kami meminta dan memohon kepada masing-masing kampung untuk menyampaikan aspirasinya,” ujar koordinator aksi.
Selain itu, seorang warga perwakilan dari salah satu kampung mengatakan, tidak ingin desa kita hancur karena terjadinya politik uang, bisa menyebabkan korupsi, kolusi dan nopetisme. tegasnya.
Orasi di lapang sepak bola tidak berlangsung lama karena turun hujan dan warga pun melalui pengawalan ketat petugas Kepolisian dan TNI dengan tertib menggelar aksinya di Gor Desa Sukapancar, serta beberapa orang perwakilan dari masyarakat masuk untuk menyampaikan aspirasinya. (Fauzi).





