Sempat Vakum, Pandan Jaksi Kembali Menggeliat

TASIKMALAYA — Pandan Jaksi atau Pandan Duri yang memiliki komposit serat berduri sebagai bahan baku barang kerajinan beberapa bulan sekarang ini kembali menggeliat, setelah sempat vakum sekitar 1 tahun pandemi Covid 19 melanda Indonesia.

Semenjak adanya wabah Covid19 produksi bahan kerajinan sangat menurun, bahkan hampir satu tahun tidak produksi dan Alhamdulillah dalam dua bulan sekarang ini sudah kembali ada pesanan.

Bacaan Lainnya

“Pengolahan lumayan cukup sulit, apalagi sekarang selain itu bahan bakunya juga sulit. Kita menanam di tanah PJKA karena sewa lahan harganya sangat murah dan harga Daun Jaksi kalau sebelum pandemi sebesar Rp. 35.000/Kg tapi sekarang hanya Rp. 25.000,” ungkap pengolah Daun Jaksi Maman (70) didampingi Nonah (68) istrinya kepada awak media, saat ditemui di rumahnya Kp. Cinanggung RT 01/04 Desa Manggungsari Kecamatan Rajapolah Kabupaten Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat, Selasa (20/04/21).

Maman mengatakan, pembuatan bahan kerajinan ini melalui beberapa proses tahapan yakni, pertama di serbit dulu kecil-kecil alat dari tanduk, lalu direbus, setelah itu direndam di kolam selama 1 malam untuk menghilangkan getahnya, dan kemudian di jemur kering sampai warnanya memutih.

“Saya sekarang hanya bisa menghasilkan sekitar 4 Kg saja, karena mungkin sudah lanjut usia dan pekerjaan ini sudah di geluti dari tahun 1970,” tuturnya.

Selain itu, Nonah (68) menjelaskan, setelah siap jual biasanya nanti diambil oleh tengkulak yang sudah berlangganan membeli untuk membuat topi atau dijadikan pengikat kerajinan lainnya.

“Mudah-mudahan usahanya kembali lancar seperti biasa, dan kedepannya harga jual Jaksi bisa kembali normal tidak seperti sekarang ini,” harapnya. (Fauzi).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *