SUMEDANG – Inovatif89.com. Para pencari kerja berbondong-bondong mengunjungi Pameran Bursa Kerja (Job Fair & Expo) Tahun 2019 yang bertempat di Alun-alun Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat, Rabu (07/08/2019).
Bursa kerja diselenggarakan merupakan kerja sama antara Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumedang dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.
Kegiatan yang bertajuk “Sumedang Job Fair 2019” tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah Herman Suryatman dan dihadiri oleh Direktur Bina Produktivitas pada Ditjen Binalattas Kemnaker RI Mohammad Zuhri dan perwakilan Direktorat PTKDN pada Ditjen Binapenta PKK Kemnaker RI Mujiana dan tamu undangan lainnya.
Kepala Disnakertrans Asep Sudrajat selaku Ketua panitia mengatakan, penyebab pengangguran diantaranya karena ketidakseimbangan antara angkatan kerja dengan kesempatan kerja. Bursa kerja diharapkan dapat mempercepat bertemunya para pencari kerja dan pencari tenaga kerja.
“Kegiatan job fair ini memfasilitasi para pencari kerja untuk mendapatkan informasi terkait lowongan kerja dan mempercepat pertemuan antara pencari kerja dan penerima kerja. katanya.
Pelaksanaan Job Fair, terang Asep, dilaksanakan selama dua hari, pada tanggal 7 dan 8 Agustus 2019. Para pelamar kerja memanfaatkan peluang tersebut dengan sebaik-baiknya.
“Ini merupakan kesempatan emas bagi para pencari kerja di Sumedang karena 40 perusahaan, menerima sedikitnya 2.500 tenaga kerja untuk ditempatkan di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya. tuturnya.
Saya harapkan, kegiatan seperti ini menjadi agenda rutin di Kabupaten Sumedang. pungkas Asep.
Selain itu, Sekretaris Daerah Herman Suryatman mengatakan, Pemkab Sumedang berusaha menciptakan perluasan kesempatan kerja diantaranya melalui kegiatan job fair.
“Di Kabupaten Sumedang ada sekitar 38,9 ribu orang pengangguran atau 7,15 % dari angkatan kerja. Sekarang kita usahakan berkurang hingga mencapai 5 %, salah satunya dengan job fair ini. katanya.
Sekda menyebutkan, tersedianya lowongan kerja sebagai tumpuan penyerapan tenaga kerja merupakan indikator adanya pertumbuhan di bidang ekonomi.
“Penyerapan tenaga kerja sangat signifikan dengan penurunan angka kemiskinan yang pada saat ini berada di angka 9,76%,” jelasnya.
Pemkab Sumedang, lanjut Herman, tidak hanya berusaha untuk memanfaatkan peluang kerja tetapi juga berupaya menciptakan lapangan kerja.
“Bukan hanya mencari kerja, tetapi menciptakan kerja. Dengan adanya supporting budget dari Kemnaker senilai Rp 12 miliar lebih untuk pelatihan kerja tentu akan sangat membantu merealisasikannya. ujarnya.
lanjut Herman, Pemkab Sumedang juga telah melakukan jemput bola, diantaranya mengunjungi Jepang yang membuka sekitar 350.000 tenaga kerja.
“Akhir Agustus 2019 akan ada kunjungan balasan dari sana sebagai tindak lanjut kerja sama di sektor tenaga kerja. tandasnya.
Pada kesempatan tersebut, dilakukan pula penandatanganan perjanjian kerjasama antara Direktorat Bina Produktivitas pada Ditjen Binalattas dengan Pemerintah Kabupaten Sumedang tentang Pengembangan Pelatihan Masyarakat Kawasan Produktif Terpadu yang dilanjutkan kunjungan ke stan-stan perusahaan penyedia lowongan kerja.
[sumedangkab.go.Id]





