Mohamad Zen, Pemda akan berupaya untuk bisa melakukan upaya berkelanjutan

Sekda Kabupaten Tasikmalaya Mohamad Zen sedang meninjau rumah jemur dan gudang kopi pada klaster kopi Gunung Raja Kecamatan Cigalontang usai di resmikan dan penyerhan bantuan kepada Tani Puspa Rahayu dan kelompok Tani Sri Mukti 1 dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya melalui program Sosial Bank Indonesia. /Fauzi.

TASIKMALAYA — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tasikmalaya Dr. H. Mohamad Zen mengatakan, Pemda akan berupaya untuk bisa melakukan upaya yang berkelanjutan. Saat ini bahwa luas perkebunan di Kabupaten Tasikmalaya tercatat 62.691 hektar, dari ruas lahan tersebut berdasarkan penguasaannya terbagi atas perkebunan rakyat seluas 58.715 hektar, perkebunan besar swasta seluas 13.273 hektar dan perkebuann besar Negara seluas 1.807 hektar dengan jumlah komoditi yang dikembangkan sebanyak 23 komoditi.

“Jika dibandingkan dengan Komoditi Bina perkebunan Provinsi Jawa Barat sebanyak 32 Komoditi, sehingga Kabupaten Tasikmalaya memiliki 72 persen dari komoditi. Itu merupakan salah satu modal strategis dalam kontek pembangunan ekonomi masyarakat perkebunan,” ugkapnya.

Bacaan Lainnya

Zen menjelaskan, dalam beberapa komoditas akan menjadi prioritas untuk terus di dorong pengembangannya, salah satunya komoditas kopi. Perkembangan kopi di 3 tahun terakhir ini menunjukan peningkatan yang signifikan, saat ini luas kopi arabika 2.905 hektar terbagi dalam tanaman belum menghasilkan 1.533 hektar dan tanaman menghasilkan 1.750 hektar.

Selain itu, tanaman luak 97 hektar dengan jumlah itu Kabupaten Tasik menjadi salah satu penghasil kopi. Namun, tidak boleh merasa puas jika melihat era masa kini persaingan cukup ketat sehingga butuh strategi untuk menghadapinya.

“Terutama perlu meningkatkan teknik budidaya, sesuai standar teknik yang telah ditentukan, penerapan teknologi pasca panen, pengolahan dan pemasaran hasil yang maksimal, SDM yang pintar dan kreatif serta kejasama yang baik denga semua pihak mulai dari pemerintah, BI, Perhutani dan swasta lainnya,” paparnya.

lanjut Dia, mengucapkan terimakasih kepada BI atas kepeduliannya terhadap pengembangan usaha masyarakat baik sektor perkebunan maupun sektor lainnya dengan lebih meningkatkan pasar Nasional maupun pasar Internasional. Dengan hal tersebut dapat lebih meningkatkan taraf perekonomian masyarakat dan lebih mensejahterakan para petani.

Ekspor kopi sedang menjadi harapan masyarakat, petani kopi Tasikmalaya sejak dulu masyarakat terus memimpikan bagaimana kopi itu bisa dijual dalam bentuk siap saji yang tentunya masyarakat harus meningkatkan kualitas pengolahan kopi lebih bagus lagi dengan pengolahan khususnya perlu perhatian secara spesifik dimana pengelolaan kopi berkualitas tinggi.

“Kami sedang menyusun buku masyarakat peduli indikasi geografis (MPIG) bekerjasama dengan Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat dan mudah-mudahan segera terdaftar dengan nama Kopi Arabika Java Sukapura Tasikmalaya. Itu untuk menjamin originalitas produk dan jaminan standar kualitas sesuai dengan dokumen deskripsi terjaminnya pengawasan teehadap penyalahgunaan Label, IG terdaftar serta pemakaian label IG bisa menjadi salah satu sarana promosi,” imbuh Zen.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *