TASIKMALAYA — Pelaksanaan koordinasi di bidang ketahanan ekonomi, sosial budaya dan fasilitasi pencegahan penyalahgunaan narkotika, fasilitasi kerukunan umat beragama dan penghayat kepercayaan di daerah, tahun anggaran 2021, bertempat di Gedung Olahraga Desa Sukapancar, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, Selasa (22/06/2021).
Kegiatan yang di selenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Tasikmalaya tersebut diikuti Kepala desa, BPD, LPM, PKK, Kader posyandu, tokoh agama dan tokoh masyarat sewilayah Kecamatan Sukaresik.
Turut dihadiri oleh Muspika dengan menghadirkan narasumber dari Badan Kesbangpol Kabupaten Tasikmalaya dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tasikmalaya.
Kepala Seksi Idiologi wawasan kebangsaan pertahanan ekonomi sosial dan budaya pada Badan Kesbangpol Kabupaten Tasikmalaya Maryani, SH, mengatakan, kegiatan ini adalah program kerja dari Kesbangpol Kabupaten Tasikmalaya. Kita sebetulnya memiliki beberapa kegiatan ada sosialisasi wawasan kebangsaan, sosialisasi nilai-nilai luhur, yaitu salah satunya sosialisasi penyelahgunaan minuman keras dan narkoba.
“Sebetulnya ini kegiatan rutin yang kita laksanakan setiap tahun dan kebetulan untuk tahun ini, kita ada 3 kali sosialisasi di Kecamatan Sukaresik. Sebetulnya bukan yang terakhir, tapi nanti ada kegiatan lagi, dan kita masih koordinasi mencari daerah mana yang tepat sasarannya, terutama berkaitannya dengan angka penyalahgunaan yang tinggi,” ungkap Maryani kepada wartawan ditemui usai pelaksanaan kegiatan.
Kita bekerja sama dengan BNN, karena kalau tidak adanya BNN tidak akan bisa maksimal untuk mencegah pemberantasan narkoba. tambahnya.
Ia mengatakan, mudah-mudahan kehadiran Kesbangpol dapat membantu masyarakat, terutama Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya untuk meminimalisir peredaran minuman keras dan narkoba.
“Tapi kita lebih ke segi prepentifnya untuk mencegahnya dengan memberi pemahaman tentang bagaimana bahaya narkoba dan bahaya minuman keras,” ujarnya.
lanjut Maryani, berharap karena di Kabupaten Tasikmalaya ini belum ada BNN, mudah-mudahan segera dibentuk.
“Kita sebetulnya sudah koordinasi memalui Kesbang dan sudah ada komunikasi dengan Pemerintah daerah, terutama pada waktu itu masih Pak Sekda sebelum Bupati dilantik. Tanggapannya positif,” pungkasnya.





