Plt Kabid Peternakan, Ambil Hikmah Untuk Koreksi Kita Semua

Plt Kabid Peternakan Ir. Eddy Abdul Somadi (kiri) dan Plt Kadis Pertanian Kab. Tasikmalaya Drh. H. Idik Abdulah (kanan) di ruang kerja Plt Kadis Pertanian. Inovatif89.com. //Dede Pepen.

TASIKMALAYA — Plt Kepala Bidang (Kabid) Peternakan pada Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya Ir. Eddy Abdul Somadi, MP, kami akan mengambil hikmah untuk koreksi kita semua. Tentu dalam melaksanakan tugas, kita tidak terlepas dari kesalahan. Hanya kesalahannya patal atau tidak, kesalahannya bisa di perbaiki atau tidak?

“Kami dari dinas sedang berusaha memperbaiki diri, supaya lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya,” ucap Eddy kepada wartawan, ditemui saat sedang bersama Plt Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Drh. H. Idik Abdulah, MM, beberapa saat setelah menyampaikan klarifikasi kepada para pengunjuk rasa dari Ormas BBC yang menggelar aksi di depan Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, Kamis (24/06/2021). Terkait adanya dugaan salah seorang oknum mantan Kabid Peternakan yang meminta pi atau jatah dari para kelompok tani penerima bantuan ternak yang bersumber dari Bantuan Provinsi (Banprov) tahun 2018, sebesar sekitar Rp. 25 juta/kelompok.

Bacaan Lainnya

Eddy mengatakan, jadi mohon kepada berbagai pihak jangan mendorong kami, untuk berbuat tidak baik lagi. Kami akan berusaha lebih baik.

“Adapun ada dugaan dari pihak rekan kita yang audensi, itu juga perlu ada pembuktian. Jadi kami belum bisa memastikan siapa yang harus di panggil? Sebab tadi juga tidak di sebutkan siapa yang harus di panggil, oleh sebab itu kami juga akan komunikasi lagi dengan pihak BBC.

Siapa yang mereka tuduhkan melaksanakan tindak pidana korupsi, itu siapa? Kan tadi tidak jelas dan mungkin ini juga itu karena ruangnya menyangkut hukum jadi harus dibuktikan di Pengadilan. Untuk sementara, akan berkomunikasi siapa yang harus diajak musyawarah dan kami akan melakukan klarifikasi, siapa tau kemungkinan disini ada kesalah pahaman,” ungkapnya.

Kami akan berkomunikasi dengan Yudhi (Ketua Generasi Muda Ormas BBC Kab. Tasikmalaya) siapa yang harus di hadirkan itu, terus terang kami tidak tau siapa yang harus di hadirkan?

“Karna kita dari Dinas mewanti-wanti (berpesan) kepada rekan-rekan yang berada di lapangan ataupun orang Dinas yang bertugas ke lapangan, tolong jaga nama baik Dinas “ulah heret ku sateukteuk, ayana urang hayang leuwih”, misalkan beubeunangan 100 rugina 200 (misalnya mendapat 100 ruginya 200). Kalau tidak salah 5 – 6 kelompok lah, (yang mndapat bantuan ternak sapi), soal anggaran saya kurang tahu,” tambahnya.

Sementara itu, Plt Kadis H. Idik menyampaikan, saya setuju tetang apa yang disampaikan oleh Kabid, dalam rangka perbaikan kedepan.

“Kami juga sedang menata diri Dinas Pertanian supaya tidak terlalu cereboh atau boleh dikatakan ada hal-hal yang bisa merugikan dinas pertanian, terutama misalnya ada gratifikasi dalam hal penyebaran bantuan kelompok petani.

Kemudian kami juga perlu klarifikasi kepada yang bersangkutan, Insya Allah nanti kalau sudah ada akan kalrifikasi atau ngobrol dan hasilnya akan di sampaikan kepada organisasi BBC lagi,” ujarnya.

lanjut Idik, saya mendukung apa yang di sampaikan oleh mereka untuk di tuntut, silahkan kalau memang salahnya patal silahkan.

“Itu hak mereka untuk mengajukan atau meneruskan kepada ranah hukum,” tegasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *