TASIKMALAYA — Karang Taruna Kabupaten Tasikmalaya melaksanakan Restoking (penyetokan ulang) ikan di Sungai Cikidang dan penanaman pohon di Kampung Pesantren RT 02 RW 01 Desa Sukaratu, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, Selasa (29/06/2021).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati selaku Ketua Karang Taruna H. Cecep Nurul Yakin, S.Pd., M.AP, Sekretaris Karang Taruna Kabupaten Tasikmalaya Dedi Rohmatandi, S.Ag, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy, Dandim 0612 /Tasikmalaya, Camat dan Kapolsek Sukaresik, Danramil 1206 Pagerageung, Kepala Desa, Karang Taruna Kecamatan dan Desa, Tokoh agama serta Tokoh masyarakat.
Kepala BBWS Citanduy Bambang Hidayah mengatakan, sangat mengapresiasi kegiatan ini. Kondisi Sungai Citanduy sekarang, sudah ada pendangkalan yang diakibatkan karena sudah banyak alih fungsi lahan.
“Ketika terjadi hujan, air itu langsung mengalir ke sungai. Dikarenakan tidak ada yang meresap ke dalam tanah. Ada juga tidak banyak, dan sebagian besar masuk ke sungai, sehingga kapasitas sungai terbatas. Jadi tidak mampu menampung air dan terjadilah banjir,” ungkap Banbang kepada wartawan saat ditemui usai mengadiri kegiatan.
Bangbang menyampaikan, bahwa pihaknya akan melakukan konservasi sumberdaya air. Salah satunya membangun embung, situ yang ada juga akan dibenahi dan dilakukan rehabilitasi serta optimalisasi. Hal itu dilakukan agar betul-betul berfungsi menjadi serapan air.
“Dibangun embung nantinya, agar sebagian air hujan dapat tertampung di tempat itu, sehingga tidak semua air masuk sungai. Ini tentu menjadi tugas untuk membangun embung-embung dan merehabilitasi situ-situ di wilayah Sungai Citanduy,” ucapnya.
Ia menjelaskan, pemanfaatan sumber airnya bukan hanya untuk irigasi saja, melainkan juga air bakunya bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat.
“Khusus di wilayah Citanduy, tahun depan akan ada 18 titik embung yang akan di bangun sampai wilayah Cilacap. Jadi itu salah satu tugas untuk konservasi sumber daya air, dengan membangun bendung-bendung untuk memanfatakan air agar bisa dimanfaatkan untuk irigasi, listrik, air baku dan juga penanganan banjir serta wisata,” imbuhnya.
Menurut Bambang, dengan adanya penanaman pohon sangat baik sekali, sehingga bisa ada daerah resapan air. Jadi nantinya air tidak mengalir langsung ke sungai, dengan ada pohon-pohon yang ditanam, air bisa meresap di pohon-pohon tersebut.
“Dalam hal ini, kami bekerja sama dengan komunitas peduli sungai dari berbagai daerah, dan dengan penebaran benih ikan juga, meminta kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan! Sehingga kualitas air sungai dapat terjaga,” ujarnya.
Sementara itu ditempat yang sama, Wakil Bupati H. Cecep Nurul Yakin mengatakan, bahwa kegiatan restoking ikan dan penanaman pohon itu adalah wujud kepedulian terhadap alam. Pasalnya dengan itu, mengajarkan semua bahwa alam juga ramah kepada mahluk hidup lainnya.
“Meminta agar warga tidak melakukan kegiatan yang dapat mencemari ataupun merusak lingkungan, melainkan menjaga kelestarian alam,” tandasnya.
lanjut Cecep, prinsipnya pada kegiatan ini ada edukasinya. Mengubah pola pikir masyarakat yang sebelumnya cuek terhadap lingkungan, untuk lebih peduli dengan kelestarian ekosistem sungai.
“Dengan harapan, masyarakat akan lebih bersikap protektif terhadap kegiatan yang dapat mencemari atau merusak sungai,” pungkasnya.





