Terkait Keluhan Warga Jalani Isoman: Sekdes Mangunreja, Bantuan Sembako Baru Dianggarkan di Perubahan

Inovatif89.com. //Dede Pepen.

TASIKMALAYA — Sekretaris Desa (Sekdes) Mangunreja mengatakan, bahwa yang menjalani isoman (isolasi mandiri) sebanyak 15 orang, dan terbaru kemarin pertanggal 04 Juli 2021 adalah salah seorang warga Kebon Jati, yaitu dari tanggal 25 Juni sudah di hitung sama saya.

“Mungkin hari ini selesai isolasi mandiri dan nanti hari Sabtu tanggal 10 Juli, kita check bersama Dinas kesehatan gimana kondisinya,” ungkap Sekdes saat ditemui di kantornya Desa – Kecamatan Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, Kamis (08/07/2021).

Bacaan Lainnya

Menurut Sekdes, untuk bantuan berupa sembako untuk yang terpapar Covid19 yang menjalin isoman kemarin belum ke arah situ, dan baru dianggarkan di perubahan.

“Kemarin itu baru menganggarkan dari PPKM dan Alkesnya dulu, setelah ada kejadian-kejadian ternyata masih banyak yang harus kita sediakan. Jadi untuk masalah sembako belum di anggarkan atau direncanakan,” ucapnya.

Sementara itu, Camat Mangunreja Kusnanto saat ditemui di kantornya menyampaikan, jadi untuk data penangan Covid19 untuk Kecamatan Mangunreja ini hasil pencegahan, penangan, sosialisasi segala macam, dan edukasi dengan pihak Satgas kecamatan, juga termasuk PGC Puskesmas dan Satgas desa sampai akhir Juni keseluruhannya kontak erat sebanyak 24 orang, suspek 97 orang, terkonfirmasi 41 orang dan skrening (diperiksa) 138 orang.

“Langkah-langkah penangannya kami sudah berkordinasi dengan Puskesmas, Satgas kecamatan, Polsek, Koramil kemudian anggota yang lainnya dan langsung masuk ke tingkat Satgas desa. Sesuai dengan situasi lonjakan sekarang optimusasi Satgas desa, optimusasi kepada RT Siaga melalui posko RT siaganya dengan mengoptimalkan semua anggota kepengurusan, karna tidak mungkin RT bisa sendiri, Kades bisa sendiri, Camat bisa sendiri,” ujarnya.

Kusnanto menjelaskan, kita bangun kebersamaan langsung ke lapangan jadi yang terkompirmasi yang isolasi mandiri itu di lakukan pengontrolan. Kemudian kami sudah menyarankan untuk logistik kemanusiaan di samping dari anggaran Dana Desa yang sudah di sediakan silahkan diberikan sesuai kebutuhan, dan juga kami dari tingkat gugus kecamatan memberikan rangsangan kepada keluarga masyarakat sekitar untuk bersama-sama memberikan dukungan kemanusiaan, berupa logistik apa yang bisa di perbuat .

“Pengontrolan kepada warga yang menjalani isolasi mandiri, kami kepda puskesmas, desa dan RT siaga cepat lapor, jangan sampai ada hal-hal yang tidak di harapkan. Karena masyarakat yang sedang isolasi mandiri sangat membutuhkan kita,” tandasnya.

Ia mengatakan, saya sudah mewanti-wanti (memberi pesan) mengenai pengecekan kontrol, biaya isolasi mandiri dan mengintruksikan kepada siapapun, tidak mungkin langsung kepada Puskesmas ada dokter, ada Mantri, ada Bidan, ada Perawat dan ada Sigesit.

” Kemudian kordinasi dengan RT Siaga dan desa, karena masalah terkecil masalah keluarga ada Pak RT, Pak RW, dan Desa dengan cepat bahu membahu, kalau ada apaapa cepat lapor khusus penangan kesehatan langsung melalui jalur relawan, Sigesit, Bidannya, Pustunya, dokternya atau langsung ke Puskesmas melalui desa, kalau dari RT langsung kesana biar ada penanganan,” tambahnya.

lanjut Kusnanto, masalah logistik tadi kita harus ada kebersamaan disamping, pertama mengoptimalkan dari program bantuan pemerintah, masyarakat atau Dana Desa itu harus di optimalkan.

“Apapun yang kita bisa berikan, berikan kalau memang kita terbatas dengan membangun misi kemanusiaan, bersama-sama kita sipatnya banyak sosial dan bisa mengoptimalkan,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *