Bupati Tasikmalaya, Mulai Oktober Desa Akan Ditangani Langsung Dinas PMD

Bupati Tasikmalaya H. Ade Sugianto menyampaikan sambutan saat menghadiri pelantikan Pengurus DPC Apdesi Kabupaten Tasikmalaya. Foto/Diskominfo Kab. Tasikmalaya. //Pewarta - Fauzi

TASIKMALAYA — Bupati Tasikmalaya H. Ade Sugianto, S.IP, mengucapkan terimakasih dan apresiasi atas terselenggaranya pelantikan ini. Mampu melaksanakan prosesi pemilihan Apdesi secara langsung dilakukan oleh kepala desa.

“Selamat kepada seluruh kepala desa yang sudah melaksanakan Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (DPC Apdesi) Kabupaten Tasikmalaya ini,” ucap Ade dalam sambutannya saat menghadiri pelantikan Pengurus DPC Apdesi Kabupaten Tasikmalaya priode 2021-2026 di Pendopo Baru Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, Jum’at (15/10/2021) siang.

Bacaan Lainnya

Ade mengatakan, sepakat dengan apa yang disampaikan oleh Ketua DPD Apdesi Provinsi Jawa Barat dan mengingatkan, bahwa desa adalah Pemerintah terkecil yang langsung berhubungan dengan masyarakat. Keberhasilan membangun tidak mungkin dapat terjadi apabila pembangunan di desa tidak berjalan. Bupati, Walikota, Gubernur dan Presiden tidak memiliki masyarakat, semua habis oleh kepala desa.

“Saya berusaha dalam rangka memberikan pemahaman, membangun komunikasi dan sinergitas, sehingga DPMDPAKB diambil dan dikhususkan untuk Pemerintahan Desa meskipun belum bejalan maksimal tapi itu upaya memperkuat sinergitas antar Pemkab dengan Pemdes. Itu ada dibawah Sekretariat Daerah (Setda), artinya dibawah komando Sekretaris Daerah (Sekda),” ungkapnya.

Ia menjelaskan, Kabupaten Tasikmalaya tidak jauh dengan Garut tingkat pendidikannya masih rendah. Sehingga keberadaan Pemdes ini menjadi sangat fital dalam melaksanakan tujuan negara, tetapi ternyata memang republik berfikir lain, dan kami terpaksa menghapus bagian Pemerintahan Desa.

“Kepercayaan pengelolaan uang negara kepada Pemdes, sejak zaman jokowi mengalami kenaikan signifikan. Urusan teknologi ada wilayah yang tidak ada signal itu banyak hal terjadi di desa, belum secara umum dari 351 Desa di 39 Kecamatan visi dan misi nya nyambung tidak dengan Bupati, Gubernur, dan Presiden,” paparnya.

Menurutnya, jangan hanya sekedar membangun fisik (bangga) ketika masih ada orang (rakyat/masyarakat) yang kelaparan dan ketika ekonomi masih di bawah. Saya harus mengevaluasi sebelum bagian Pemerintahan Desa berjalan baik, akibat keterbatasan selaku Bupati yang tidak bisa melakukan langkah strategis dan termasuk menstrukturisasi sumberdaya. Sering kebijakan Pusat bertentangan dengan keadaan di daerah.

“Karena memang saya kesulitan memberikan penguatan itu, maka mulai Oktober ini saya jadikan secara khusus bagian yang menangani desa yaitu Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD). Mudah-mudahan desa di Kabupaten Tasik semakin baik dari hari ke hari, baik dari pelaksanaan maupun komunikasinya,” ujar Ade.

lanjut Bupati Ade, saya mengingatkan bahwa Giri dan rekan-rekan di Apdesi umumnya adalah seluruh Pemerintah Desa di Kabupaten Tasikmalaya, kita berada di waktu yang sangat spesial. Ada di penghujung pembangunan jangka panjang, diujung RPJP 2021-2026. Berhasil atau tidak senior kita, hari ini ada di pundak kita semua.

“Mari melakukan perubahan pemikiran, sudah sampai dimana kita melakukan pembangunan ini. Mungkin kita bangga, saya telah berjalan dari Tasik sampai ke Bandung. Tapi tujuan kita kemana, kalau ke Jakarta berarti baru di tengah jalan dan kita harus koordinasi,” tegasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *