CIAMIS — Bupati Ciamis Herdiat Sunarya melakukan peletakan batu pertama pembangunan Mesjid Asy-Syifa RW. 28 Lingkungan Rancapetir Kelurahan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Selasa (19/10/2021).
Rencana anggaran untuk pembangunan mesjid ini memang sudah terencana akan mendapat bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat sebesar Rp 1 Milyar. Dalam perjalanannya kita semua dilanda pandemi yang telah berdampak terhadap seluruh kehidupan, tidak hanya masyarakat namun juga terhadap Pemerintahan dengan adanya pemangkasan anggaran atau refocusing untuk penanganan Covid-19.
“Sehingga bantuan yang diberikan Pemprov untuk pembangunan Mesjid hanya Rp 250 Juta saja,” papar Bupati Herdiat dalam sambutannya.
Herdiat mengatakan, Pemkab Ciamis siap membantu pembangunan namun tentu dengan jumlah yang tidak sama dengan yang diberikan Provinsi Jawa Barat. Saya siap memberikan Rp 150 Juta untuk membantu pembangunan mesjid Asy-Syifa ini.
“Insyallah tahun depan, antara bulan Januari atau Februari sudah dapat di cairkan atau diambil,” ungkapnya.
Mesjid Asy-Syifa ini, terang Dia, memang sudah puluhan tahun berdiri dan sekarang warga masyarkat sangat bahagia dengan renovasi ulang.
“Semoga menjadi lebih bagus dan megah, paling utama bila ingin cepat selesai adalah gerakan gotong royong masyarakat yang harus kompak,” ujarnya.
Bupati Ciamis Herdiat mengajak kepada seluruh elemen, para aghnia dan seluruh masyarakat untuk saling bahu membahu mewujudkan pembangunannya.
“Kita memang harus mempunyai motivasi untuk pembangunan, salah satunya pembangunan Mesjid, dan yang harus di utamakan adalah swadaya gotong-royong masyarakat. Karena dengan bersama-sama maka semuanya akan terasa ringan,” imbuhnya.
Menurutnya, yang tidak kalah penting setelah pembangunan mesjid ini adalah merawatnya dan memakmurkannya.
“Banyak Mesjid besar namun isinya kosong, tapi saya percaya di Rancapetir ini akan selalu makmur dan terawat,” tuturnya.
lanjut Herdiat, menghimbau kepada masyarakat agar selalu mempedomani protokol kesehatan paling tidak menggunakan masker dan vaksinasi.
“Kita saat ini berada di level 3 lagi, namun itu tidak berarti masih banyaknya yang terkonfirmasi Covid-19, kita yang kurang hanya tinggal vaksinasinya saja,” tandasnya.





