>

Kisah Kristiawan Firmansyah, Dulu Kontraktor dan Sekretaris LPM, Kini Jadi Perangkat Desa

Kasi Pemerintahan Desa Tawangbanteng Kristiawan Firmansyah, A.Md, hari pertama menjalankan tugas. Inovatif89.com //Jurnalis - Yusrizal

INOVATIF89.COM — Kasi Pemerintahan Desa Tawangbanteng Kristiawan Firmansyah, A.Md, menjelaskan, saya sebenarnya lama bekerja dibidang pembangunan sebagai Kontraktor menjabat selaku Owner di Jakarta serta di tahun 2018 akhir ke Kabupaten Tasikmalaya dan mulai ada rasa ketertarikan di Pemerintahan Desa (Pemdes) sebelum Kepala Desa yang sekarang (Nandang Abdul Ajiz) menjabat.

“Awal masuk di lingkungan Pemdes menjabat selaku Tim Pengelola Kegiatan (TPK), kemudian menjabat sebagai Sekretaris Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM),” ungkap Kristiawan ditemui usai dilantik di Aula Desa Tawangbanteng, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, Jabar, Rabu (10/11/2021) sore.

Bacaan Lainnya

Ia mengatakan, Alhamdulillah pada saat pembukaan pendaftaran penjaringan dan penyaringan Perangkat Desa, lolos serta mendapat peringkat terbaik (nilai paling besar) dari hasil seleksi tesebut.

“Tujuan menjadi perangkat desa itu tergugah hati untuk mengabdikan diri kepada masyarakat, meskipun SDM kurang barangkali bisa ikut membantu dan menyumbangkan kemampuan yang saya miliki untuk berkontribusi ke Pemdes juga masyarakat,” tuturnya.

lanjut Kristiawan, saya menjadi perangkat desa pun murni menikuti seleksi dan tes, sebelumnya mengikuti seleksi calon Karang Taruna namun tidak lolos.

“Disini berpikir untuk membuktikan, bahwa seorang Kristiawan itu masuk di Pemdes tersebut bisa ikut membangun desa,” tambahnya.

lanjut Kasi Pemerintahan, satu hal masalah terpenting bagi saya setelah di sumpah jabatan, selain bertanggung jawab kepada masyarakat yang paling besar bagi saya adalah sumpah atas nama Allah SWT.

“Kalau bersaksi kepada manusia bisa di bohongi, tapi ketika bersaksi dihadapan Tuhan sekecil apapun yang saya kerjakan itu akan di pertanggung jawabkan. Di situ perasaan saya campur aduk, disisi lain sebagai manusia takut ada ke keliruan. Sehingga yang berat dari pelantikan itu, adalah kata sumpah,” tegasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *