>

Pemdes Kiarajangkung Gelar Pelatihan Penguatan Ketahanan Pangan dan Hewani

Kades Kiarajangkung Asep Wawan, S.Sos (sisi kiri) Saat Menyampaikan Sambutann Dalam Kegiatan Pelatihan Penguatan Ketahanan Pangan dan Hewani. INOVATIF89.COM/Fauzi.

INOVATIF89.COM, TASIKMALAYA – Pemerintah Desa (Pemdes) Kiarajangkung menggelar pelatihan penguatan ketahanan pangan dan hewani tahun anggaran 2022, bertempat di Gor Desa Kiarajangkung, Kecamatan Sukahening Kabupaten Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat, Sabtu (12/03/2022).

Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh Muspika, Pendamping Desa Kecamatan Sukahening, dan Perangkat Desa serta diikuti sebanyak 25 peserta dari 5 kelompok yang didampingi oleh para Kepala Wilayah (Kawil) Desa Kiarajangkung. Dengan narasumber Kepala Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Sukahening.

Kepala BPP Kecamatan Sukahening Hilman mengatakan, kami hanya diminta sebagai (Narasumber) menyampaikan petunjuk teknis tentang dalam budidaya. Karena masyarakat di Kiarajangkung ini pada umumnya masih melaksanakan proses budidaya itu dengan teknis yang dulu (lama).

“Kehadiran kami disini untuk menyampaikan teknis-teknis sesuai petunjuk-petunjuk hasil penelitian yang sudah ada di Indonesia,” ungkap Hilman kepada Inovatif89.com saat ditemui di sela-sela kegiatan pelatihan penguatan ketahanan pangan.

Menurutnya, yang berwenang apakah kami akan disuruh melanjutkan ataupun tidak, itu nanti yang menentukan adalah Pemdes.

“Berharap (Kelompok-kelompok yang mendapatkan bantuan) akan berkembang karena ini akan menunjang penguatan ketahanan pangan, apabila ini sudah menyebar di masyarakat. Apalagi teknis yang sudah kami sampaikan itu dilaksanakan oleh para petani,” imbuhnya.

Tentang berapa persen optisme pencapaian, itu sulit di prediksi karena kebanyakan disini masih melaksanakan budidaya zaman dulu. Tapi mungkin kalau dalam jangka waktu 5 sampai 6 tahun, diharapkan ada perkembangan yang signifikan. tambah Hilman.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Kiarajangkung Asep Wawan, S.Sos, menyampaikan, tujuan dilkasanakannya kegiatan pelatihan yang pertama itu adalah untuk menambah ilmu pengetahuan tentang apa yang akan kami programkan, sesuai dengan usulan dari kelompok masyarakat dari setiap Kedusunan yang kami beritahukan sebelumnya bahwa ada program ketahanan pangan.

“Kemudian nantinya agar dari kelompok-kelompok ini bisa bermanfaat, minimal untuk masyarakat yang ada di Kampung atau Kedusunannya, dan maksimalnya untuk Desa Kiarajangkung,” ungkapnya.

Sebelum bantuan tersebut diberikan, terang Asep, maka perlu kiranya kami memberikan ilmu tata cara budidaya peternakan atau perikanan dan lainnya. Jadi maksudnya agar supaya program ini ada keberlanjutan.

“Program ketahanan pangan ini adalah diamanatkan Perpes 104 tahun 2021, bahwa dana yang bersumber dari APBN itu 20% harus dialokasikan untuk ketahanan pangan. Kebetulan kami (Pemdes Kiarajangkung) cuman memberitahukan dan mensosialisasikan, kemudian muncul keinginan-keinginan dari setiap kampung dengan membuat kelompok yaitu ada yang (ternak) domba, budidaya ikan, budidayaan pisang, dan ternak sapi,” paparnya.

Harapannya kedepan bahwa bisa bertahan dan berlanjut, kemudian Desa akan mensupport untuk di tahun 2023 apabila program ini berhasil.

“Jumlah 5 kelompok yakni perikanan sebanyak 1 kelompok, ternak domba sebanyak 2 kelompok, ternak sapi sebanyak 1 kelompok dan budidaya pisang sebanyak 1 kelompok,” tamabah Asep.

Menurutnya, (bantuan) ini merupakan hibah karena didalam rekening itu ada barang yang diserahkan kepada masyarakat. Bantuan berupa barang (Bibit) karena tidak boleh berupa uang, tapi dalam perjalanannya silahkan itu kelompok memilih dan membelinya mau kemana.

“Jadi kami tidak membelikan, tapi mereka yang memilih barang misalkan mau ke Garut atau kemana pun itu silahkan dan kalau sudah deal harganya maka akan kami trasper ke si penjual,” ucapnya.

lanjut Kades Asep, keterlibatan BPP itu adalah bekerjasama, nanti selama 1 tahun ini untuk pertama adalah monitoring, kedua pengawasan dan ketiga evaluasi bersama-sama dengan BPD dan Pemdes Kiarajangkung.

“Jadi kalau nanti misalnya ada yang kurang atau ada yang bagaimana-bagaimana, kami bisa berkonsultasi. Selain itu, BPP juga membimbing secara teknis untuk pemeliharaan dan pengembangbiakan,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *