INOVATIF89.COM, TASIKMALAYA – Pelaksanaan proses lelang jabatan atau seleksi dan promosi jabatan publik secara terbuka (Open Bidding) dilingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Tasikmalaya telah selesai.
Bupati Tasikmalaya H. Ade Sugianto, S.IP, mengatakan, bahwa penilaian sebenarnya diserahkan sepenuhnya kepada Universitas dan Mabes Polri. Fokusnya dimulai dengan integritas, kompetensi, kepribadian dan lainnya.
“Setelah kami menerima dari Baperjakat (Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan), kami proses dan negosiasikan dengan KSN. Kemudian keluar dan kami terima pada Senin 25 April 2022, lalu kemarin kami adakan acara serta hari ini pelantikan dilangsungkan,” imbuh Ade kepada awak media saat ditemui usai pelaksanaan pelantikan Pejabat Tinggi Pratama di Aula Pendopo Baru Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat, Kamis (28/04/2022).
Dari sembilan nama pejabat yang dilantik, terang Ade, beberapa penilaian dimulai hari ini diantaranya 2 orang Staf Ahli, Kepala Dinas Perhubungan, Badan Pemberdayaan, PUPR, Sekwan dan BPBD. Diseluruh Indonesia prosesnya sama adalah Merit Sistem (Sistem Merit).
“Semuanya melalui proses yang sama, melibatkan unsur Asesor dalam hal ini dari UNPAD dan Mabes Polri. Jadi prosesnya sama,” tandasnya.
Menurutnya, aturannya sekarang beda karena kalau dulu evaluasi kebijakan ada di Baperjakat, tapi sekarang semua orang terbuka dan minimal ada 3 peserta dalam Open Bidding. Jika ada yang kurang dari 3 peserta, semuanya akan gugur.
“Kami juga gagal, karena pesertanya hanya 2 orang tidak ada lagi dan saya ingat betul (peserta) dari kota Tasik,” ungkapnya.
Mengenai persyaratan peserta, tidak ada persyaratan khusus untuk SKPD dan semua persyaratan bersifat umum, terkecuali inspektorat. Karena Inspektorat harus menjadi Pansel khusus yang disetujui Menteri Dalam Negeri, itu saja tidak ada yang lain. Dari tiga yang dinilai yaitu 1, 2 dan 3 oleh Baperjakat, kalau saya cenderung nomor satu. tambahnya.
lanjut Ade, Alhamdulillah nomor satu ini semua berdasarkan rekomendasi KASN. Ada poin kumulatif, karena disini dari seleksi panitia, persyaratan administrasi, kemudian penilaian masalah kepribadian, kualifikasi dan lain-lain.
“Itu dua sampai di Mabes Polri, jadi semua akumulasi dan jumlahnya datang,” pungkasnya.





