Inovatif89.com — Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Umum (Kasi Trantibum) Kecamatan Cisayong, Drs. Agus Suryana secara resmi membuka kegiatan Musyawarah perencanaan pembangunan desa (Musrenbangdes) Desa Nusawangi tahun 2020 Tahun Anggaran 2021, bertempat di Aula Desa Nusawangi, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, Rabu (05/02/2020).
Kegiatan Musrenbangdes tersbut dihadiri Kanit Binmas Aiptu Suharsoyo, Babinkhantibmas Desa Nusawangi Brigpol Aris Widhiarto, Kasi Ketentraman dan Ketertiban Umum Drs. Agus Suryana, Babinsa Desa Nusawangi Peltu Dedy Rukmayadi, BPD, Kepala Desa Nusawangi Ading, Kepala wilayah, LPM, PKK, Posyandu, RT, RW, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan mahasiswa KKN STAI NU Tasikmalaya.

Kepala desa terpilih harus memiliki rencana pembangunan jangka panjang yang disebut RPJMDes, sehingga dalam kurun waktu selama 6 tahun apa pun yang akan dilaksanakan atas dasar aspirasi masyarakat juga keberpihakan dari Pemerintahan ini harus dituangkan dalam dokumen rencana kerja. ungkap Kasi Trantibum Kecamatan Cisayong, Drs. Agus Suryana mengawali sambutanya.
Semoga ini, sambung Agus, merupakan agenda yang dituangkan dalam rencana kerja RPJMDes nantinya dituangkan lagi dalam rencana pembangunan RKPDes Desa Nusawangi. Jadi selama 6 tahun itu harus ditentukan juga sekala prioritas untuk memberikan arah agar pembangunan tersebut lancar, selain itu juga untuk mengontrol, mengevaluasi sehingga jelas tidak kesana-sini.
“Dengan Musrebang ini, hal-hal yang akan dilaksanakan pembangunannya juga yang sudah di mandatkan dari Pemerintah Pusat kaitan dengan inovasi-inovasi yang ada ditingkat desa. Jadi hal-hal kaitan dengan anggaran yang sudah dialokasikan dari tingkat Pusat maupun ADD/Banprov sehingga tidak khawatir karena sekarang ditingkat desa sudah memiliki anggaran,” tuturnya.
Menurut Agus, dalam RPJMDes itu besar misalkan pelapon anggaran yang dialokasikan 1 Miliyar tapi pelaksanaan pembangunan bisa lebih karena bisa saja dari dana aspirasi sehingga dalam hal ini kepala desa membutuhkan dukungan dari semua pihak.
“Apabila ada masyarakat atau siapa pun yang memiliki rekan atau sedora yang memberi atau menyaluarkan bantuan itu bisa saja asalkan titik pelaksanaan pembangunannya sudah masuk dalam RPJMDes,” ujarnya.
Tambah Agus, kegiatan Musrebangdes tahun 2020 ini menyampaikan hal-hal rencana pemabangunan tahun 2020 juga untuk penentuan sekala prioritas yang akan dilaksanakan di tahun 2021 nanti.
“Penetapan delegasi untuk mengusung dalam kegiatan Musrenbang tingkat Kecamatan karena jadwal dari Kabupaten akan dilaksanakan tanggal 6 Febuari 2020 besok jadi yang diundang dari tingkat desa itu adalah, Kepala desa, Ketua BPD, juga salah satu utusan dari tingkat desa,” paparnya.
Selain itu, Ketua BPD Nusawangi, H. Uum Saepul Rohman, M.Pd, mengatakan, pelaksanaan Musrenbangdes ini adalah untuk mewujudkan rencana untuk membangun Desa Nusawangi. Meskipun bayak usulun dari masing-masing Kedusunan, namun ada daptar sekala prioritas (DSP) pembangunan.

“Sehingga jangan merasa sakit hati, kesal, tapi harus tetap menerima dengan satu keyakinan meskipun tidak sekarang barangkali nanti kedepanya karena apabila usulan-usulan semuanya harus langsung dibangun dari mana Kepala desa memiliki anggaranya?,” tandasnya.
Saya memiliki keyakinan, pimpinan Kepala desa yang sekarang juga tetap melihat kebutuhan sekala prioritas bahkan yang lebih dibutuhkan oleh masyarakat karena antara keinginan dan kebutuhan itu jelas berbeda. Apa lagi sekarang dipimpin oleh Kepala desa nya Bapak Ading, akan lebih merata lagi. imbuh Uum, disambut tepuk tangan yang hadir.
Dikatakan Uum, ketika terus saja setiap tahun Musrenbang mengajukan dan mengajukan pembanguan itu bagus tetapi ada yang lebih bagus lagi yaitu, menjaga dan memelihara. Jangan sampai mau melaksanakan gotong royong perbaikan saluran irigasi contohnya, itu padasaat diajak oleh Bapak Ading saja tidak memiliki inisiatif dan kepedulian sendiri, karena kepedulian itu harus dimulai dari diri sendiri terutama bapak-bapak RT.
“Kepala desa harus dicontoh oleh bapak-bapak RT, padasaat bergotong royong tidak hanya memerintah saja tapi terjun langsung bersama dengan masyarakat,” imbuhnya.
lanjut Uum, pembangunan itu tidak hanya fokus ke satu objek tetapi harus menyeluruh atau mencakup semua lini/kebutuhan masyarakat jadi jangan memiliki anggapan hanya pada pembangunan fisik saja, namun pemberdayaan masyarakat, dan pembinaan. pungkasnya.





