Bupati Sumedang Terpakau Saksikan Atraksi 8 Pesilat Cilik

Inovatif89.com — Bupati Sumedang Dr. H. Dony Ahmad Munir, ST., MM, secara resmi membuka acara Kejuaraan Pencak Silat Tanding, TGR Nasional dan Internasional Sumedang Larang Open Championship 2020 (SLOC), bertempat di Gor UNSAP Sumedang, Provinsi Jawa Barat, Sabtu (07/03/2020).

Dalam acara tersebut dihadiri Kepala Disparbudpora Kabupaten Sumedang Hari Tri Santosa, Forkopimka, Ketua dan Jajaran Pengurus IPSI Jawa Barat, Ketua Koni Sumedang, Para Sesepuh Paguron, Para Peserta Kejuaraan, dan tamu undangan lainnya.

Bacaan Lainnya

Kejuaraan pencak silat yang diselenggarakan selama dua hari ini, diikuti oleh 685 atlet dari berbagai daerah dan kegiatan ini sebagai salah satu upaya pembinaan serta pengembangan olahraga pencak silat khususnya di Kabupaten Sumedang untuk mencetak bibit-bibit baru yang lebih potensial untuk berprestasi dan tampil di arena regional, nasional, bahkan sampai pada tingkat Internasional.

Bupati Dony Ahmad Munir dalam sambutanya menyampaikan ucapan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada panitia penyelenggara dan para atlet yang mengikuti kejuaraan ini.

“Kegiatan ini merupakan salah satu sarana evaluasi dalam pembinaan untuk mewujudkan generasi muda yang unggul, berkualitas, terlatih dan terbiasa untuk bersikap disiplin, kerja keras, kompetitif, dan menjunjung rasa sportivitas yang tinggi, sehingga diharapkan dapat membentuk watak yang positif bagi peningkatan kemampuan daya saing generasi penerus,” ungakpnya.

Tidak beranjak dari tempat duduknya, Bupati menyaksikan atraksi yang dilakukan delapan pesilat cilik menjadi perhatiannya dan daya tarik tersendiri.

“Menarik menyaksikan usia dini yang sudah pandai pencak silat, bangga terhadap atlit pelatih yang menekuni bela diri silat,” ujar Dony Ahmad Munir.

Menurut Dony, pencak silat harus menjadi kegiatan yang dilestarikan semua pihak.

“Kejuaran pencak silat merupakan salah satu cara melestarikan budaya silat di Indonesia, mengenalkan silat serta seni daerah sejak dini merupakan cara agar penerus bangsa tetap mengenal dan mencintai budayanya,” tuturnya.

lanjut Dony, mengapresiasi setinggi-tingginya kepada para pelaku pencak silat yang mahir dan sudah handal sejak dini.

“Diharap menjadi contoh bagi semua untuk tetap mengenal budaya serta bela diri silat,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *