TASIKMALAYA — Diduga Kepala Desa (Kades) Jayamukti Hj. Ai Segah, S.Pd., M.Si, ontrog Camat Leuwisari Wawan Suhawan, S.Sos, di ruang kerjanya, Kantor Kecamatan Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat pada Jum’at 26 Febuari 2021 kemarin.
Kades Hj. Ai didampingi salah seorang sodaranya meminta klarifikasi kepada Camat terkait adanya informasi bahwa, Camat mengatakan bahagia kalau Jayamukti ada masalah. Hati-hati desa yang ada di Kecamatan Leuwisari jangan sampai tidak kondusif seperti Desa Jayamukti.
Dalam kesempatan itu, Camat Wawan mengatakan, saya meminta klarifikasi itu.
Kades Ai menjawab dengan nada tinggi, iya ada apa maksudnya?
Gini Ibu Kuwu maaf, terang Wawan, ada laporan dari Sekdes, dari Ketua RT, termasuk BPD, silahakan bereskan sescara musyawarah mufakat.
Laporan apa di panggil Sekdes itu? tanya Ai.
Saya tidak memanggil, dia datang kesini. jawab Wawan.
Ai menyampaikan, tadi kan (Camat) nyebutnya atas dasar di pangggil, klarifikasi. Biar jelas, Ai mengatakan, Sekdes nya panggil kesini (ke Kecamatan) dan Wawan pun mempersilahkan.
Kan ayeuna di luar riweuh geus nepi ka Kepolisian yen nyieun rumah teh (Diluar sibuk/ramai sudah sampai ke Kepolisian bahwa bikin rumah itu). ujar Ai.
Wawan menepis sambil melempar Hp ke kursi dan merubah posisi duduknya, dengan menjawab tidak tahu. Kemarin kan bilang sama Ibu cepat beresan.
Selain itu, Ai juga mengatakan, sampai ungkapan dari Polisi kata Pak Camat ladang aset desa anu di pake kuriak (dari aset desa yang di pakai membangun) kan saya tidak enak.
“Menurut Sekdes, bahwa sekarang itu ada isu-isu di luar terkait membangun sehingga saya merasa tidak enak. Siapa yang akan menjual aset desa?,” ucapnya.
Menurut Ai, Camat sebagai pembina dan sebagai melindung, mana? Kemarin tahu mau ada orang Kp. Nangorak nyerang ke desa, mengatakan penyerangan karena lebih dari dua orang terus membawa keluarga, serta arogan sampai menuduh-nuduh dan mengebrak meja.
“Entin dan BPD datang ke Kecamatan, kalau desa tau tidak? Terus Camat sebagai pelindung, dan sebagai pembina, pernah gak memberitahukan?,” tegasnya.
Sekarang tiba-tiba menunjak, mana sih tanggung jawabnya? Sekarang saya cerita, dan meminta klarifikasi tentang apa yang di luar itu, bahwa Pak Camat juga bahagia kalau Jayamukti ada masalah. Ko seperti ini, ada apa atuh di Jayamukti itu?
“Masyarakat itu begituh Pak (Camat), samapai ada kata-kata bahwa Camat mengatakan hati-hati desa yang ada di Kecamatan Leuwisari jangan samapai tidak kondusif seperti Desa Jayamukti. Tidak kondusif apa? Selain itu masih banyak lagi unek-unek yang akan disampaikan kepada Camat,” tambahnya.
Kami sealaku Camat, terang Wawan, 101 tahun 2011 nomor 12 tahun 2017 ada laporan dikatakan Dedi staf saya dan di suruh kesini kita ngobrol, musyawarah mufakat ada apa? Tadinya ini sama saya di rahasiahkan.
“Dilihat dalam kwitansi, mengetahui Ibu Kades yang menandatangani BPD, dan saya hanya memberi saran, silahkan di musyawarah mufakatkan di Paripurna BPD agar klir. (Camat mengintruksikan Stafnya Dedi agar membantu) Ded bantu agar permasalahan ini jangan samapai keluar karena saya selaku Camat, pembina mengarahkan dan mengendalikan permasalahan tentang masalah aset desa, ternyata menginformasikan kondisi ini dari dulu jaman kuwu (mantan) Pak Usman katanya membuat SMP 2 (Dua) degan catatan ada yang terpakai tanah rakyat jaminannya aset desa,” paparnya.
Selain itu Wawan juga menambahkan, dari Provinsi dana ini dan silahkan sampaikan yang merasa kerugian, yang di data oleh kepala desa ini bayar.
“Kemarin ada laporan dari suruhan saya ternyata dibayar sudah yang lainnya coba masukan ke rekening desa, musyawarah mufakat di BPD admistrasinya di luruskan agar jelas masyarakat tidak ada permasalahan. Kami selaku camat membina mengarahkan agar kondusif, kalau masalah omongan di luar saya tidak seperti itu hati-hati,” ucapnya.
lanjut Ai, terus dari penjualan itu kenapa ke desa? Sudah di jalaskan ke Pak Camat, desa tidak ikut campur yang mnjualnya juga BPD. Kenapa jadi saya yang di salahkeun? Bukan tanah rakyat, uang.
“Pak Camat di depan kami seperti itu sebenarnya di luar bukan seperti itu, maknaya saya ingin klarifikasi meminta penjelasan yang sabenernya itu kumaha? Sampi jangan ada desa yang tidak kondusif seperti Desa Jayamukti, sekarang tidak kondusif itu apa? Terus saya tidak enak, Pak (Camat) meminta pertanggungjawaban karena tidak ada asap kalau tidak ada api,” tandasnya.
Kepala Desa (Kades) Jayamukti Hj. Ai Segah, dihubungi melalui pesan WhatApp pada Senin 02 Maret 2021 pukul 16.00 Wib kepada Inovatif89.com menyampaikan, saya banyak menerima informasi dari luar yang kurang enak terkait kata-kata Camat ke Desa Jayamukti.
“Sama saya dikonfirmasi yang sebenarnya bagaimana, daripada menimbulkan fitnah dan jadi kejelkan buat Pemerintahan desa diantaranya ada dalam video (Direkam Inovatif89),” imbuhnya.
Harapan ada perubahan jangan sampai desa kami dianak tirikan, pelayanan dan dalam segala hal disamakan denga desa-desa yang lain, tidak ada istilah diperlakukan tidak adil mau seperti ke desa yang lain cepat tanggap dan perduli.
“Lalu ada maslah sekecil apapun kesannya ke Jayamukti, Camat itu acuh tak acuh engga ada respons apapun apabila ada masalah malah seolah-olah di besar-besarkan,” pungkasnya. (Fauzi/Ys).





