Ratusan ODGJ di Pangandaran Secara Bertahap Diberangkatkan ke RSJ Marzoeki Mahdi

PANGANDARAN — Sebanyak 28 Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di antaranya berasal dari Wilayah Kecamatan Padaherang 9 orang dan Klinik Himatera 8 orang diberangkatkan untuk menjalani perawatan dan pengobatan selama 21 – 23 hari di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Marzoeki Mahdi Bogor.

Kepala Dinas Kesehatan Pangandaran Yani Ahmad Marzuki menyampaikan, jumlah penderita ODGJ di Kabupaten Pangandaran dengan kategori berat sebanyak 501 orang dari jumlah yang terdata 708 orang.

Bacaan Lainnya

“Ini tahapan untuk kedua kali di laksanakan yang bekerjasama dengan Rumah Sakit Jiwa Marzoeki Mahdi Bogor, dikarenakan Kabupaten Pangandaran belum ada dokter jiwa dan kondisi obatnya pun sangat terbatas,” ungkap Yani kepada awak media pada Kamis 25 Maret 2021 lalu.

Sebelumnya tahap pertama, terang Yani, pada tahun 2020 sebelum pandemi Virus Corona
dengan jumlah 30 orang penderita ODGJ dan meninggal satu orang, tetapi bukan di sebabkan dari penyakit jiwanya namun dari penyakit fisik lainnya.

“Mudah mudahan saja di tahap dua sekarang sebanyak 28 orang selama dalam 23 hari disana keadaanya akan membaik,” harapnya.

Ia mngatakan, kami pun sangat puas dengan Rumah Sakit Marzoeki Mahdi dari segi pelayanan serta pengobatan sampai tuntas.

“Setelah 23 hari, dipulangkan dan sudah berada di Pangandaran akan di tindak lanjuti oleh Dinas Kesehatan,” tambahnya.

Sementara itu, promotor promotor kesehatan RSJ Marzoeki Mahdi Iyep Yudiana mengatakan, bahwa mereka yang dievakuasi atau dirujuk, dan berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Pangandaran yang didapat dari laporan warga.

“RSJ Marzoeki Mahdi menurunkan dokter spesialis penyakit jiwa, dokter UGD, perawat jiwa dan lain-lainnya. Kemungkinan, semuanya akan dikembalikan pada bulan April mendatang mudah-mudahan sudah dalam keadaan membaik,” pungkasnya. (Fauzi).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *