Sidak Toko Obat dan Makanan: Ketua Tim POM Garut, Masker Persediaan di Apotik Sedikit, Disebabkan Harga Distributor Tinggi

Inovatif89.com — Guna memastikan stok makanan dan obat-obatan aman untuk masyarakat, Tim Pengawas Obat dan Makanan (POM) Kabupaten Garut, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di beberapa pusat perbelanjaan swalayan dan toko-toko obat di wilayah Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, Kamis (05/03/2020).

Photo: IG pemkab_garut | Diskominfo Kab. Garut/Fauzi

Dalam sidak, Tim POM Kabupaten Garut yang dipimpin dr. Tri Cahyo Nugroho tersebut didampingi dari Disperindag, Polres Garut, Dinkes, Satpol PP, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT), Dinas Ketahanan Pangan (DKP), dan Diskominfo Garut.

Bacaan Lainnya

Menurut Ketua Tim, dr. Tri Cahyo, selain memastikan stok makanan dan obat obatan aman, tim juga menginspeksi keberadaan masker, yang ternyata persediaan di apotik sedikit, disebabkan harga dari distributornya tinggi.

Tri mengatakan, Tim Pengawas Obat dan Makanan Pemkab Garut diketuai oleh Sekda, dan pihaknya sudah meminta ijin untuk melakukan aksi sidak ke lapangan ke tempat-tempat pengolahan obat dan makan.

“Hari ini kita terbagi dua tim, tim pertama sidak ke pasar swalayan dan supermarket, serta tim yang kedua ke toko obat-obatan, tujuannya sendiri tidak ada lain untuk memastikan masyarakat aman dalam mengkonsumsi obat dan makan,” ujarnya.

Tri menambahkan, bila tahun kemarin (2019) pihaknya 2 sampai 3 kali melakukan sidak, dan tahun sekarang sudah dilakukan sebanyak 8 kali, mengingat frekuensi pengawasannya harus lebih ketat. tegasnya.

Hasil dari lapangan, terang Tri, karena terkait maraknya Virus Corona, ada muatan tentang ketersedian masker dan handsanitizer, bahkan ada isu masker hilang di pasaran dan harganya melambung mahal.

“Setelah kami sidak ternyata gak ada, beberapa apotek penjual masker pertama gak ada dan stoknya sangat sedikit sekali dan dari distribustornya harganya mahal, handsanitizer di supermarkat yang kami temui juga kosong, kenaikan harga bukan di tingkat pengecer melainkan dari distributornya sudah mahal,” ungkapnya.

Di lapangan, sambung Tri, pihaknya juga menemukan salah satu apotek yang perijinannya belum di perpanjang.

lanjut Tri, sidak ini dilakukan untuk memastikan masyarakat merasa aman dengan ketersediaan bahan makanan.

“Selain itu, memastikan pula ketersedian masker dan handsanitizer di tingkat pengecer memang sudah menipis sekali,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *