Terima Tambahan Kuota BPNT, Kades Sukaraharja Ucapkan Terimakasih ke Presiden

Pewarta : Fauzi.

Inovatif89.com — Petugas Bank Rakyat Indonesia (BRI) mendata masyarakat Desa Sukaraharja calon penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), bertempat di gedung olahraga (Gor) Desa Sukaraharja, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, Selasa (05/05/2020).

Bacaan Lainnya

Alhamadulillah, secara pribadi atasnama Kepala desa mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Pusat yang telah menambahkan kuota BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) yang penambahan kuotanya hampir 143 KK.

“Hari ini dalam pelaksanaan pencatatan penerima BPNT oleh pihak Bank Rakyat Indonesia (BRI), kami Pemerintah desa menyediakan fasilitas tempat di gedung olahraga demi lancarnya pendataan,” ungkap Kepala Desa Sukaraharja sekaligus selaku Sekretaris DPK APDESI Kecamatan Cisayong, Farid Zaelani, S.Kom, saat ditemui di kantornya.

Dikatakan Farid, ada pun yang dari 143 tersebut ada yang meninggal, masih di luar Kota, tapi kita ikuti aturan main dari pihak bank BRI, yang sudah meninggal dunia bisa di wariskan kepada pihak ahli waris tapi menurut informasi dari bank BRI paling cairnya cuman 1 kali pengambilan.

“Kita dari Pemerintah desa, mengucapkan terimakasih kepada semua unsur termasuk kepada Pemerintah Pusat, termasuk kepada Bapak Presiden dengan ditengah merebak wabah Covid-19 ini ada perhatian kepada masyarakat Desa Sukaraharja. Meskipun dibilang cukup, tidak akan cukup tetapi Alhamdulillah dengan adanya penambahan, meskipun kemarin bantuan dari Gubernur menuai POLEMIK masih ada CARUT MARUT,” ungkapnya.

Saya akui, terang Farid, bantuan dari Pak Gubernur kemarin untuk Desa Sukaraharja sebayak 29, meskipun carut marut tapi Alhamdulillah berjalan kondusif. Meskipun datanya yang sudah mendapatkan BPNT, PKH, dan sudah meninggal itu, menerima bantuan dari Gubernur. Pihak Pemerintah desa juga mempertanyakan ini dimana letek kesalahannya, apakah di Dinas Sosial Kabupaten, apakah Dinas Sosial Provinsi, apakah di Kemensos?

“Saya juga bingung, orangnya sudah 8 tahun kebelakang meninggal dunia tapi masih mendapatkan bantuan berarti itu datanya mengambil yang tahun berapa? Entah tahun 2011, entah yang tahun 2006?,” tegasnya.

Menurut Farid, tapi Alhamdulillah kemarin disatu sisi kuota untuk Desa Sukaraharja kebagian 29 berjalan kondusif dan kami ucapkan terimakasih meskipun masih carut marutnya data dari Pak Gubernur.

“Yang penting dari Pemerintah desa, masyarakat adem, tentram, dan bisa memahami, karena kalau berbicara semua terdampak. Saya pribadi pun selaku Kepala desa sama terdampak, kalau berbicara terdampak semua, mau pengusaha, petani, mau yang bekerja di Pemerintahan, Perbankkan, Swasta bagaimana pun terdampak,” paparnya.

Mudah-mudahan yang tidak terakomodir oleh bantuan BPNT, PKH dan Batuan Gubernur bisa kebagian dari Dana Desa dan mudah-mudahan Perbup nya cepat selesai, itu juga Dana Desa sudah hampir 1/2 bulan ke belakang sudah ada di rekening desa serta sampai saat ini kami belum sanggup untuk merealisasikan karena payung hukum untuk Pemerintah desa belum ada.

“Kami Pemerintah desa gak mau lah, ada niat baik dari Pemerintah desa untuk masyarakat tapi ditengah-tengah tersangkut hukum dan kami juga menunggu payung hukum untuk Pemerintah desa sampai saat ini termasuk Perbup nya belum selesai masih dalam proses oleh Pemerintah Kabupaten,” tambahnya.

lanjut Farid, berharap mudah-mudahan esok hari, secepatnya karena masyarakat sudah menunggu bantuan dari Pemerintah.

“Mudah-mudah esok lusa Perbup itu cepat selesai dan kami secepatnya merealisasikan anggaran yang bersumber dari APBN atau yang lebih dikenal dimasyarakat adalah Dana Desa,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *