INOVATIF89.COM – Komisi II DPRD Kabupaten Tasikmalaya sayagkan kenaikan tarif air minum Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Sukapura Kabupaten Tasikmalaya saat ini.
Hal tersebut dikatakan H. Dedi Kurniawan, ST., MM, dari Fraksi PKS kepada inovatif89.com saat dihubungi melalui pesan whatsapp (Wa), Selasa (05/04/2023) malam.
“Terkait kenaikan tarif PDAM memang sangat disayangkan dalam kondisi saat ini dimana masyarakat secara umum belum mengalami peningkatan pendapatan, bahkan sebagian masih tertati tatih setelah terimbas dari pandemi covid,” tandasnya.
Namun demikian, terang Dedi, pihak PDAM/Pemerintah sangat berkeinginan untuk memberikan pelayanan lebih baik, walaupun untuk melakukannya memerlukan kestabilan keuangan yang diantara pilihannya adalah menaikan tarif yang sudah beberapa tahun tidak mengalami penyesuaian.
“Dari penjelasan Dirut saat evaluasi, harapannya setelah kenaikan ini dapat memperbaiki kinerja dan pelayanan. Banyak yang harus diperbarui terutama fasilitas/sarana saluran PDAM,” imbuhnya.
Saya juga menyampaikan, terkait jaminan ketersediaan air dan saluran harus diperhatikan diantarana sumber-sumber reservoar air, daerah tangkap hujan yang berada di sekitar hulu sungai dan pegunungan harus bisa dipastikan terpelihara dan dilindungi.
“Sementara hari ini sumber utama air yaitu wilayah Galunggung dan sekitarnya sudah banyak terganggu. Kalau ini dibiarkan, saya yakin akan mempengaruhi jumlah atau debit air kedepan akan semakin menyusut termasuk kualitasnya. Termasuk upaya meningkatkan kualitas SDM dalam kesejahteraannya harus menjadi perhatian serius Pemerintah,” tambah Anggota DPRD dari Dapil II itu.
lebih lanjut, Komisi II DPRD Kabupaten Tasikmalaya H. Dedi Kurniawan berharap kedepannya terbentuk pelayanan lebih baik, selain rencana tidak ada kenaikan lagi dalam jangka waktu lama.
“Saya sudah meminta ada korelasi kebijakan/program dengan masyarakat terdampak. Mengingat pemanfaatan sumber air jangan sampai mengganggu kebutuhan air untuk kepentingan masyarakat umum, terutama pengairan irigasi pesawahan. Serta memperhatikan pelanggan dengan klaster tarif terendah (masyarakat kecil), mungkin bisa diwujudkan dengan membuat pelayanan untuk daerah daerah yang mengalami kesulitan air bersih,” pungkasnya.





