CIAMIS — Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menghadiri acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Gong Perdamaian Dunia ke-12, bertempat di objek wisata budaya Karangkamulian, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Kamis (09/09/2021).
Peringatan tersebut diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Ciamis sebagai kegiatan rutin tahunan setiap tanggal 9 September, dilaksanakan secara serentak diberbagai negara.
Bupati Ciamis Hediat mengajak masyarakat untuk sama-sama merawat dan menjaga situs peninggalan sejarah yang ada di Kabupaten Ciamis.
“Dalam kesempatan ini saya mengajak seluruh masyarakat di Kabupaten Ciamis, agar situs sejarah yang ada betul-betul dirawat, dijaga dan dipelihara. Sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Herdiat dalam sambutannya.
Herdiat menegaskan, kejadian beberapa waktu lalu terkait pelecehan salah satu situs sejarah di Karangkamulian tidak terulang kembali. harapnya.
Ia menjelaskan, gong perdamaian merupakan simbol persaudaraan dan perdamaian bagi umat manusia. Dipilihnya Ciungwanara sebagai tempat disimpannya gong perdamaian dunia bukan tanpa alasan, hal itu karena cikal bakal perdamaian dunia tidak terlepas dari sejarah kerajaan Galuh.
“Dengan adanya goong perdamaian yang tersebar di dunia, diharapkan dapat menyadarkan umat manusia untuk selalu mengutamakan perdamaian dan kebersamaan tanpa membedakan ras, suku, budaya, agama dan sekat-sekat pemisah lainya,” imbuhnya.
Gelaran peringatan HUT Gong perdamaian dunia menjadi kegiatan event kalender pariwisata yang dapat menjadi daya tarik wisata, mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara. tambah Herdiat.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pariwisata Budi Kurnia mengatakan, gong perdamaian dunia yang diamanahkan di situs Karangkamulian Kabupaten Ciamis adalah goong dengan ukuran paling besar.
lanjut Budi, dengan diperingatinya HUT gong perdamaian dunia di setiap tahunya, diharapkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat tersebar ke masyarakat luas.
“Kami juga berharap kedepanya peringatan ini dapat mengundang dari seluruh negara, minimal kedutaan-kedutaanya. Mengingat karena gong ini kontenya universal, sehingga bisa menjadi event internasional,” tandasnya.





