INOVATIF89.COM, CIAMIS – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI meresmikan pengalihan (River Diversion) Sungai Bendungan Leuwi Keris terletak di wilayah Desa Handap Herang, Kecamatan Cijengjing, Kabupaten Ciamis, Jabar, Jum’at (12/11/2021).
Acara tersebut perwakilan Jendral Sumber Daya Air, Wakil Bupati (Wabup) Ciamis Yana D Putra, Bupati H. Ade Sugianto dan Wabup Tasikmalaya H. Cecep Nurul Yakin, Walikota Tasikmalaya H. Muhamad Yusup, Walikota Banjar Hj. Ade Uu Sukaesih, Kepala BBWS, Direktur Penyedia Jasa, serta para Unsur Forkopimda.
Dalam sambutannya, Wabup Ciamis Yana mengucapkan terimakasih dan penghargaan kepada Pemerintah Pusat melalui Kementrian PUPR atas telah di bangunnya Bendungan Leuwi Keris.
Dengan dilakukanya pengalihan River Diversion aliran Sungai Citanduy ini, diharapkan pekerjaan kontruksi utama Bendungan dapat selesai sesuai dengan target yang direncanakan.
“Insyaallah rencananya tahun 2023 Bendungan Leuwi Keris sudah dapat diresmikan dan dimanfaatkan airnya oleh masyarakat Kabupaten Ciamis khususnya dan Kabupaten Tasikmalaya serta masyarakat Kota Banjar,” ungkap.
Yana menyampaikan, bahwa Kabupaten Ciamis khususnya Kecamatan Lakbok dan Purwadadi merupakan salah satu daerah lumbung padi di Jawa Barat dan juga nasional.
“Bendungan Leuwi Keris ini diharapkan dapat menyuplai air irigasi khususnya daerah irigasi Lakbok Utara dengan luas areal 6.600 hektar dan daerah irigasi Lakbok Selatan dengan luas areal 4.600 hektar,” katanya.
Selain itu, dapat menyuplai air irigasi di kedua Kecamatan tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat pada umumnya.
“Dengan begitu tentu dapat membantu masyarakat petani di daerah tersebut dalam meningkatkan intensitas tanam padinya, jika dibandingkan dengan metode tadah hujan yang hanya satu kali bertanam dalam satu tahun,” imbuhnya.
Yana menambahkan, manfaat lain yang didapat yaitu tersedianya air baku ketika musim kemarau, menjadi destinasi pariwisata, sebagai sumber daya listrik bagi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) serta bisa menjadi kawasan konservasi air tanah dan perikanan.
Sementara itu, Perwakilan Direktur Jendral Sumber Daya Air Eko Winar Irianto mengatakan, pembangunan Leuwi Keris termasuk salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tertuang dalam Peraturan Presiden No 109 tahun 2020.
“Dibangun sejak bulan Nopember 2016 dan direncanakan selesai pada pertengahan tahun 2023,” ungkapnya.
lanjut Eko, Bendungan Lewi Keris ini nantinya akan memiliki penampungan 81 juta meter kubik dengan luas area genangan 242 Hektar serta memiliki 2 buah terowongan pengelak dengan panjang masing-maaing terowongan 1 kilometer.
“Pengelakan sungai merupakan salah satu kunci kelancaran dalam suksesnya suatu tahapan dalam pembangunan bendungan, dengan telah diialihkanya aliran Sungai Citanduy ini ke dua terowongan maka pengerjaan tubuh bendungan sudah bisa dimulai,” pungkasnya.





