>

Memiliki Empat Tempat Ibadah, Bupati Ciamis Launching Kampung Kerukunan

(Prokopim Ciamis/0089)

INOVATIF89.COM, CIAMIS – Bupati Ciamis Herdiat Sunarya melaunching Kampung Kerukunan. Lokasi Kampung tersebut berada di Kampung Lebak, Kelurahan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat.

Kampung Kerukunan di Ciamis tersebut memiliki empat tempat ibadah dari agama yang berbeda diantaranya Masjid Al Mujahidin, Gereja Katolik St Yohanes, Li Tang Konghucu, dan Klenteng Hok Tek Bio.

“Dilingkungan Kampung Lebak ini, sudah sejak tempo dulu memiliki toleransi yang baik di Ciamis. Sehingga sudah pas bila disebut Kampung Kerukunan, karena meski berbeda agama para warganya hidup rukun,” ungkap Bupati Herdiat dalam sambutan saat launching Kampung Kerukunan di halaman Gereja Katolik St Yohanes Kampung Lebak, Kamis (21/04/2022) sore.

Selain Kampung lebak, terng Herdiat, Kabupaten Ciamis juga memiliki satu kampung kerukunan lainnya yang terletak di Dusun Susuru, Desa Kertajaya, Kecamatan Panawangan.

Menurutnya, dengan adanya dua Kampung Kerukunan tersebut membuktikan warga Ciamis cinta damai dan memiliki toleransi yang tinggi.

“Melalui launching kampung kerukunan ini, menunjukan warga Ciamis tidak arogan dan anarkis. Buktikan pada dunia bahwa Ciamis cinta damai,” ujarnya.

Tujuan launching Kampung Lebak sebagai Kampung Kerukunan, agar terciptanya rasa aman nyaman untuk semua pihak.

“Agar kenyamanan dan keamanan tetap terjaga, silaturahminya harus terjalin dengan baik. Semoga Kampung Kerukunan ini menjadi contoh bagi kampung lainya di Ciamis,” tambahnya.

Bupati Ciamis Herdiat pun meyakini, bahwa pribadi masyarakat Ciamis itu lembut dan cinta damai.

“Mari teruskan pelihara budaya leluhur kita agar Ciamis lebih baik, lebih maju dan sejahtera,” ajak Herdiat.

Sementara itu, Ketua FKUB Ciamis Koko Komarudin menerangkan, Lingkungan Lebak masyarakatnya sangat toleran. Hal ini dibuktikan dengan keempat kalangan warga berbeda agama di Kampung Lebak ini sering menggelar kegiatan bersama.

“Berbagai aktivitas dan rutinitas hidup berdampingan menunjukan toleransi yang tinggi di Kampung Lebak ini,” paparnya.

lanjut Koko, kerukunan umat beragama menjadi isu penting yang harus diperhatikan. Karena berbagai gesekan di tingkat global beberapa diantaranya bermula dari kurang toleransinya antar umat berbeda agama.

“Mari kita jaga silaturahmi yang baik ini. Semoga toleransi yang baik antar warga umat beragama disini bisa dicontoh oleh kampung lainnya di Ciamis,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *