Diduga Kepala Desa dan Pengurus BUMDes Mekarwangi Tidak Harmonis

Diduga Kepala Desa dan pengrus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mekarwangi Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat, tidak harmonis.

Menurut informasi yang berhasil di himpun Inovatif89.com, Rabu (17/02/2021) siang, belasan anggota Karang Tarunga Desa Mekarwangi baru saja membubarkan diri usai beraudensi di Kantor Pemerintahan Desa Mekarwangi.

Bacaan Lainnya

Ketua Badan Permusyawratan Desa (BPD) Mekarwangi Atep Sobur mengatakan, saya itu selaku BPD dipinta untuk memfasilitasi ada miskomunikasi yang kurang jelas, dan setelah tadi BUMDes dengan Komisaris (Kepala desa) clear tidak ada masalah, hanya artinya miskomunikasi (kesalah pahaman). Itu saja.

“Komisaris diakhir meminta maaf, termasuk BUMDes juga begituh,” ujar Atep saat ditemui di Aula Desa Mekarwangi.

Diinternal, menurut Atep, Komisaris antara dengan Direktur itu hal yang biasa di internal kelembagaan. Miskonukasi ini ternyata sama-sama ada kekurangan, selesai.

“Berharap ada perubahan, dalam arti dua-duanya dari dua sisi Komisaris dan Direktur sama ingin maju tidak ada batas harus begini-begini, tidak ada. Cuman tupoksi sebagai Komisaris bagaimana dan sebagai Direktur bagaimana,” imbuhnya.

Saat ditanya terkait miskomunikasi tersebut dalam hal bagi hasil, Atep menepis, bukan bukan tidak arah kesitu cuman pandangan mungkin ketika Komisaris menannyakan admistrasi (kepada Direktur BUMDes) belum selesai.

“Ya kerjakan saja, masih ada jeda waktu untuk membenahinya. Jadi disini ada kekurangan dua-duanya juga, tapi Alhamdulillah sudah clear,” ungkapnya.

Kemudiaan disinggung terkait adanya rumor tentang pemberhentian Direktur BUMDes, Atep mengatakan, tidak. Cuma tadi, mungkin dari pihak Direksi minta di fasilitasi dengan Komisaris ya selesai.

“Saya selaku penyambung atau pun sebagai fasilitas dengan adanya miskomuniksi,” tambahnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Desa Mekarwangi Tatang Rustandi, jadi intinya hanya miskomunikasi saja. Hal ini adalah hal lumrah seorang pemimpin menanyakan itu, kan hal yang wajar “itu menurut pandangan kami”

“Ada pun riak-riak dilapangan itu hal wajar juga, ya memang seorang pemimpin harus Siap di keritik “Ulah ipis ceuli, ulah remet hate”. Hal-hal seperti itu wajar karena diskomunikasi dan kita dibenturkan juga oleh situasi pandemi ini jadi seakan-akan ada yang terlewati, komunikasi seerti buntu, da adapun manusia tidak lepas daripada ke khilapan,” ucapnya.

Ia mengatakan, kami menanyakan beberapa hal tentang pelaporan wajar kan ya? Memang kami juga sering berbicara. Ya mungkin riak riak begituh, seperti itu, kami tidak terlalu banyak berbicara.

“Intinya wilayah kami ini ingin kondusif, kita pingin Desa Mekarwangi ada kemajuan. Jadi intinya tadi hanya miskomunikasi saja, tidak ada masalah dan itu pun kita sudah islah,” tegasnya.

Ya mungkin kedepannya, terang Tatang, saling ngoreksi gak istilahnya seorang pemimpim mampu, mempuni tidak karena melihat daripada manusianya itu kan tidak lepas banyak kekurangan. Kami tanpa ada kerjasama antara atasan dan bawahan perasaan tidak akan berjalan.

“Menghimbau kita koreksi masing-masing, perbaiki diri dan harapan kedepan sedah jelas, kita ingin ada satu perubahan,” paparnya.

lanjut Tatang, tadi yang ada permasalahan di BUMDes saja antara Komisaris dan Direkturnya, kita islah saja saling koreksi. Ayo lah kita bareng-bareng saja,” pungkasnya.

Setelah berita ini ditayangkan, Inovatif89.com belum konfirmasi terkait dugaan tersebut kepada Direktur BUMDes Mekarwangi. (0089).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *