Kementrian Pertanian Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman menyampaikan, bahwa inilah kunjungan bagi saya yang sangat menyenangkan kami tidak melaksanakan pencitraan.
Kami melihat data tiga kali swasembada, mati hidup di suatu bangsa satu negara itu tergantung dari pangan, pidato dari Soekarno dulu yang harus kita jaga adalah air dan pupuk bayangkan bapak presiden pertama nah sekarang ada 4 masalah yang terjadi setelah kami mengecek data yang pertama pupuk kurang 50% bagaimana produksi tidak kurang pupuk sulit, alat mesin petani sangat kurang.
Untuk kebijakan pupuk kami sudah cabut kemudian alat mesin pertanian kemudian bibit yang tadi benih sembarangan ditanam sehingga sangat berkurang dan air tidak ada kemudian yang paling terakhir adanya El Nino yang sangat dahsyat, solusinya adalah kami meminta kepada bapak presiden setelah kami berkeliling ke 15 provinsi kami data yang diinginkan petani.
Satu persatu kami beresin dengan segala rintangan kami sampaikan kepada kami laporkan kepada bapak presiden 5 kali kami rata raport atas kami tunjukkan peta ibaratkan 100 orang anak kita atau 10 orang anak kita tetapi karena orang dulu mudah menggambarkan karena tidak semuanya orang pertanian.
Sebenarnya teknologi itu dihadirkan untuk mempermudah manusia di sini kita terbalik gimana teknologi dihadirkan tanpa diperhitungkan resikonya pupuk hari ini naik dua kali lipat tidak ada lagi cerita mengeluh pupuk mulai minggu lalu dengan seijin presiden sudah kita normalkan, dan malam mengecek surat yang saya sudah tandatangani untuk dikirim ke jajaran gubernur dan bupati, agar ditindak lanjuti.
Terkait dengan alat dan pompa kami sudah turunkan 300.000,Terkait beras 2,1 juta kali 2 terangkat 4,2 juta beras karena 10% itu 2,5 juta persen.



















































